Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Sekolah Biasa, Wamensos Agus Jabo Bongkar Rahasia Sekolah Rakyat

Nurul Hidayati • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:38 WIB
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

LombokPost - Program unggulan Pemerintah, Sekolah Rakyat, menunjukkan hasil yang luar biasa dalam satu semester perjalanannya.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memberikan apresiasi tinggi atas perubahan drastis para siswa yang kini tampil lebih percaya diri, bahkan mampu unjuk gigi di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran di Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Dalam Rapat Koordinasi daring bersama para kepala Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo yang mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh tenaga pendidik yang telah bekerja keras membina anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Misi Utama: Memutus Transmisi Kemiskinan Wamensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah reguler. Fokus utamanya bukan sekadar pendidikan formal, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menghentikan rantai kemiskinan antar-generasi.

“Presiden membangun Sekolah Rakyat itu dalam rangka memutus transmisi kemiskinan. Kita siapkan agar anak-anak ini setelah lulus SMA betul-betul bisa menggraduasi (mengangkat derajat) ekonomi keluarganya,” tegas Agus Jabo.

Tambahan 30 Ribu Siswa Baru di Tahun 2026 Kabar gembira datang bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini, Sekolah Rakyat ditargetkan akan menerima tambahan lebih dari 30 ribu siswa baru.

Pengalaman satu semester pertama dijadikan modal berharga untuk menghadapi dinamika dan tantangan jumlah siswa yang kian besar.

Wamensos juga memberikan instruksi tegas agar lingkungan sekolah tetap kondusif dan bersih dari praktik negatif.

“Saya mohon agar hal-hal seperti bullying, tindak kekerasan, dan intoleransi tidak terjadi. Hal ini harus dimitigasi sejak dini karena latar belakang anak-anak kita sangat beragam,” tambahnya.

Bukti Toleransi dari Kupang Keberhasilan Sekolah Rakyat dalam membentuk karakter juga terbukti di lapangan. Kepala Sekolah Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Felifina Agustina Kale, menceritakan perkembangan positif dalam hal toleransi beragama di sekolahnya. Ia mencontohkan seorang siswa Muslim bernama Anisa yang tetap nyaman beribadah dan berinteraksi di tengah mayoritas teman yang berbeda keyakinan.

“Mereka tidak menganggap perbedaan agama sebagai jarak. Saya sangat bersyukur melihat kerukunan ini,” ungkap Felifina.

Dengan sinergi antara Kementerian Sosial dan perangkat sekolah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi mercusuar baru bagi pendidikan gratis berkualitas yang mampu mencetak generasi hebat sekaligus motor penggerak ekonomi keluarga miskin di Indonesia.

Editor : Jelo Sangaji
#kemiskinan ekstrem #Wamensos #Sekolah Rakyat