Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KUR Makin Fleksibel, Penyaluran Ditargetkan Rp 295 Triliun

Lombok Post Online • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:41 WIB

 

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto
  

LombokPost - Pemerintah terus memoles peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bantalan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang makin fleksibel, pemerintah membidik penyaluran hingga Rp 295 triliun pada 2026 agar UMKM tetap tumbuh, menjaga daya beli, dan menciptakan lapangan kerja.

Penguatan UMKM tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui digitalisasi dan penguatan ekosistem usaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sekitar 25 juta UMKM telah terintegrasi ke dalam ekosistem digital nasional.

“Digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM,” ujar Airlangga di Jakarta Selasa (27/1).

Dia menjelaskan, transaksi menggunakan QRIS tumbuh 139,99 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal IV 2025, dan mayoritas digunakan oleh pelaku UMKM.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan startup digital di 15 daerah melalui fasilitasi ruang dan sarana perkantoran, baik di gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan.

Dari sisi pembiayaan, program KUR diarahkan semakin adaptif. Pada 2026, pemerintah menetapkan plafon hingga Rp 295 triliun dengan suku bunga tetap 6 persen per tahun.

Porsi penyaluran ke sektor produksi juga diperbesar agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan, penyaluran kredit UMKM per November 2025 tercatat mencapai Rp1.494,07 triliun. Namun, dalam setahun terakhir laju pertumbuhannya cenderung melambat.

Menurut Dian, perlambatan dipengaruhi dinamika ekonomi global dan domestik, tekanan daya beli kelas menengah bawah, risiko kredit UMKM yang relatif lebih tinggi, serta pemulihan pascapandemi yang lebih lambat dibandingkan segmen korporasi.

“Kredit UMKM masih diproyeksikan tumbuh positif hingga akhir 2026. Program dan kebijakan pemerintah diharapkan mendorong bank menyalurkan pembiayaan kepada UMKM yang memiliki prospek usaha baik untuk ekspansi,” ujarnya.

Target Penyaluran KUR Periode 2020-2025

2020                 Rp 190 triliun

2021                 Rp 253 triliun

2022                 Rp 373, 17 triliun

2023                 Rp 297 triliun

2024                 Rp 280 triliun

2025                 Rp 280 triliun

Sumber : Kemenko Ekonomi (mim/dio/JPG/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #pemulihan #KUR #Ekonomi #OJK