Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jogjakarta Dua Kali Rasakan Guncangan, Perjalanan KA Sempat Berhenti Sementara

Lombok Post Online • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:10 WIB
Gempa yang dirasakan masyarakat Jogjakarta di tengah kantor. Sehingga masyarakat keluar ruangan, Selasa (27/1).
Gempa yang dirasakan masyarakat Jogjakarta di tengah kantor. Sehingga masyarakat keluar ruangan, Selasa (27/1).

LombokPost - Lima jam berselang, gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 terjadi di Bantul. Lokasinya di darat pada jarak 16 km arah Timur Bantul dengan kedalaman 11.0 km.

Menurut Daryono itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. 

Bencana alam tersebut terasa sampai Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Jogjakarta, Klaten, Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang. Belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa.

”Hingga pukul 13:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,” tuturnya

Akibatnya, warga Jogjakarta dua kali merasakan gempa seharian kemarin. Salah satu sumber gempa berasal dari Sesar Opak aktif yang dapat menimbulkan gempa bumi setiap saat tanpa dapat diprediksi.

“Makanya rasanya agak beda. Tadi pagi (kemarin pagi) terasa mengayun, sedangkan yang tadi terasa agak tersentak, yang menandakan perbedaan sumber gempa,” ujar Ahli Gempa Bumi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri Indah Marliyani saat dikonfirmasi Radar Jogja Selasa (27/1).

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 09.00 dan gempa kedua sekitar pukul 13.00. Sumber gempa pertama berasal dari Pacitan, sedangkan gempa kedua berasal dari Sesar Opak.

Cek Sarana

PT Kereta Api Indonesia sempat memberlakukan berhenti luar biasa (BLB) akibat gempa. KAI langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana guna memastikan keselamatan perjalanan serta menjamin seluruh pelanggan berada dalam kondisi aman dan selamat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi. ”Prosedur BLB diberlakukan. Itu untuk memastikan kondisi sarana aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan,” ujar Anne.

BLB diterapkan di seluruh perjalanan kereta api (KA) Daop 6 Jogjakarta sembari menunggu hasil pemeriksaan jalur dan jembatan oleh petugas prasarana. ”Setelah dipastikan tidak terdapat deviasi maupun kerusakan akibat gempa, pada pukul 08.48 WIB seluruh perjalanan di wilayah Daop 6 kembali beroperasi normal,”papar Anne.

Daop 7 Madiun dan wilayah Daop 8 Surabaya, juga merasakan gempa. termasuk lintas Malang. Seluruh sarana dipastikan aman.

Anne menambahkan, tidak ada pembatalan perjalanan KA akibat gempa. Adapun keterlambatan sifatnya sementara dan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan keselamatan. ”Kami memastikan seluruh pelanggan berada dalam kondisi aman dan selamat,” paparnya. (idr/aph/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Jogjakarta #daryono #ugm #bmkg #Gempa