LombokPost - Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Lembaga itu dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Di tengah pelantikan tersebut, berhembus isu bahwa Prabowo bakal mereshuffle menteri dalam waktu dekat.
Prabowo mengangkat anggota (DEN) dari golongan pemangku kepentingan dan pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjabat selaku Ketua Harian DEN.
Dia membawahi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, hingga akademisi Mohamad Fadhil Hasan yang merupakan salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
Seusai pelantikan, Bahlil mengatakan bahwa pelantikan DEN adalah bentuk komitmen presiden terhadap program prioritas.
”Salah satu program prioritas menyangkut kedaulatan, ketahanan, dan swasembada energi. Salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan yang dibangun bersama dengan DEN,” katanya.
Bahlil menyebut, presiden meminta ketahanan energi Indonesia yang hanya mampu bertahan 21 hari, ditingkatkan. Dia optimistis dapat menaikkannya hingga tiga bulan.
”Pasti kami akan membangun storage,” ucapnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, pemerintah berkeinginan mengatasi masalah energi.
”Setelah berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu setahun, kami ingin mengejar swasembada energi,” katanya.
Dia berharap, DEN dapat mempercepat program prioritas. Misalnya, peningkatan lifting minyak, energi baru terbarukan, hingga peralihan ke sumber-sumber energi yang lain.
Isu Perombakan Kabinet
Jawa Pos sempat mendengar adanya informasi perombakan kabinet. Reshuffle itu berkaitan dengan jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang ditinggalkan Thomas Djiwandono setelah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Isu santer lainnya yaitu, adik Thomas, Budi Djiwandono, dikabarkan akan masuk kabinet sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu). Dia menggantikan Sugiono yang diperkirakan bakal bertugas menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Prasetyo menanggai isu tersebut. Dia mengakui jabatan wamenkeu lowong seusai ditinggal Thomas. Namun, belum ada rencana dari istana untuk mengisi pos tersebut. Karena proses di BI belum selesai.
Menurut Prasetyo, presiden akan mengkaji dan berkonsultasi dengan Menkeu Purbaya sebelum menunjuk pengganti Thomas. Prasetyo menepis kabar adanya reshuffle di kementerian lain. (lyn/aph/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji