Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Februari Full Senyum! Estimasi Rapelan Tunjangan Guru Hingga Belasan Juta Rupiah

Geumerie Ayu • Minggu, 1 Februari 2026 | 10:45 WIB

Ilustrasi guru rapelan tunjangan hingga belasan juta rupiah.
Ilustrasi guru rapelan tunjangan hingga belasan juta rupiah.
LombokPost – Berdasarkan kebijakan fiskal dan kalender akademik terbaru, guru diprediksi akan menerima durian runtuh dengan total pendapatan pada bulan Februari ini diperkirakan melonjak signifikan hingga menyentuh belasan juta Rupiah.

Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Akumulasi gaji pokok yang bersanding dengan lima jenis tunjangan sekaligus menjadi mesin penggerak utama meningkatnya kesejahteraan para guru di bulan ini.

Mengutip analisis dari kanal Zona Guru, berikut rincian komponen pendapatan yang diprediksi cair dalam waktu berdekatan.

1. Gaji Pokok & Tunjangan Melekat

Diperkirakan cair pada 2 Februari (mengingat 1 Februari jatuh pada hari Minggu). Estimasi mencapai Rp 4,5 juta hingga Rp 5,5 juta.

2. TPG Skema Bulanan

Sesuai regulasi terbaru, Tunjangan Profesi Guru kini cair setiap bulan dengan estimasi Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta.

3. TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan)

Bergantung pada kebijakan daerah (APBD), dengan rata-rata Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta.

4. Tunjangan Kinerja (Tukin)

Khusus bagi guru pusat atau daerah yang menerapkan sistem SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) periode Januari.

5. Akselerasi THR

Anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) diprediksi mulai terlihat hilalnya pada akhir Februari dengan estimasi komponen mencapai Rp 4,5 juta.

Salah satu perubahan fundamental yang dirasakan guru di tahun 2026 adalah perombakan skema penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Jika sebelumnya guru harus bersabar menunggu setiap tiga bulan (triwulan), kini penyaluran dilakukan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersifat bulanan.

Perubahan ini sangat krusial untuk memastikan arus kas (cash flow) para guru lebih stabil. Tidak ada lagi istilah 'kering' di bulan-bulan awal dan 'basah' di akhir triwulan.

Dengan sistem ini, stabilitas ekonomi rumah tangga guru diharapkan lebih terjaga, sehingga fokus dalam menjalankan tugas mendidik siswa di kelas menjadi lebih maksimal.

Peningkatan pendapatan hingga estimasi Rp 13 juta ini menyasar guru dengan kualifikasi tertentu, terutama mereka yang telah memiliki sertifikat pendidik (Sertifikasi) dan berada di daerah yang memiliki kapasitas fiskal daerah (TPP) yang tinggi.

Pemerintah berharap, dengan kesejahteraan yang semakin membaik, kualitas pendidikan nasional juga berbanding lurus dengan dedikasi yang diberikan para guru di lapangan.

 

Editor : Kimda Farida
#Guru #tunjangan #rapelan #februari #gaji #cair