Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investasi KEK Capai Rp 335 T serta Serap 248 Ribu Pekerja, 25 Kawasan Ekonomi Khusus Telah Beroperasi

Lombok Post Online • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:25 WIB

 

 

SIRKUIT MANDALIKA: Seorang wisatawan melihat Sirkuit Mandalika dari atas bukit. Sirkuit Mandalika berada dalam KEK Mandalika yang telah banyak menarik minat investor.
SIRKUIT MANDALIKA: Seorang wisatawan melihat Sirkuit Mandalika dari atas bukit. Sirkuit Mandalika berada dalam KEK Mandalika yang telah banyak menarik minat investor.
 

LombokPost - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kian mengokohkan perannya sebagai mesin investasi. Sepanjang 2012–2025, akumulasi realisasi investasi di KEK menembus Rp 335 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 248.459 orang.

Dewan Nasional KEK mencatat, pada 2025 kinerja kawasan menunjukkan tren kuat. Dari 25 KEK yang beroperasi, realisasi investasi sementara mencapai Rp 82,5 triliun atau sekitar 98 persen dari target tahunan.

Lonjakan paling terasa terjadi pada kuartal IV 2025. Tambahan arus dana masuk mencapai Rp 21 triliun.

“Ini menunjukkan kinerja KEK yang solid dan konsisten,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang di Jakarta Senin (2/2).

Kinerja Ekspor

Kontribusi KEK juga terlihat dari kinerja ekspor. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor dari kawasan tersebut mencapai Rp 43,95 triliun, naik Rp 21,93 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan didorong produk bernilai tambah tinggi, seperti smelter grade alumina dari KEK Galang Batang, oleokimia dari KEK Sei Mangkei, anoda dari KEK Kendal, serta produk olahan tembaga dari KEK Gresik. “Capaian tersebut mencerminkan penguatan hilirisasi industri nasional di dalam kawasan,” imbuhnya.

Daya Tarik Kawasan

Pemerintah juga menaruh perhatian pada isu strategis untuk memperkuat daya tarik kawasan. Mulai percepatan perizinan lingkungan, ketenagakerjaan, dan kesehatan, hingga optimalisasi fasilitas fiskal serta dukungan infrastruktur. Upaya itu sejalan dengan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Baca Juga: Nilai Investasi KEK Mandalika Rp 5,7 Triliun, Begini Tanggapan Wakil Bupati Lombok Tengah

Dalam aspek ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pemenuhan norma dan perlindungan pekerja. Sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Kementerian Perindustrian serta Kementerian ESDM mendorong realisasi investasi dan pengembangan industri hilirisasi yang menyerap tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, Kementerian Imigrasi memperkuat pengelolaan tenaga kerja asing di KEK secara selektif dan terkontrol. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga daya saing KEK. Evaluasi kinerja bukan sekadar menilai capaian, tetapi pijakan untuk percepatan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan lapangan,” pungkas Edwin.

Tren Realisasi Investasi KEK

Tahun        Nilai (Rp triliun)

2020           32,3

2021           31,5

2022           44,7

2023           72,3

2024           90,1

Diolah dari berbagai sumber (agf/dio/JPG/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#investasi #industri #nasional #Tenaga Kerja #realisasi #kek