LombokPost- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di berbagai wilayah Indonesia.
Program itu bertujuan menambah 100 ribu dokter dan 70 ribu dokter spesialis.
Peluncuran PPDS itu dihelat serentak di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan Universitas Batam (Unbat) pada Selasa (10/2).
Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Tri Hanggono Ahmad mengatakan, inisiatif pembukaan PPDS di berbagai kampus, merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR.
Prabowo meminta agar kekurangan dokter dan dokter spesialis segera diatasi.
”Tahun ini akan dibuka 148 prodi di 57 fakultas kedokteran (FK) di seluruh Indonesia,” paparnya. Adapun 148 prodi baru itu terdiri dari 125 prodi spesialis dan 23 prodi subspesialis.
Menurut Hanggono, langkah itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dokter spesialis.
Sehingga, diharapkan dapat menguatkan layanan kesehatan nasional dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
”Kemdiktisaintek berupaya memastikan ketersediaan tenaga medis spesialis yang lebih merata, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau daerah 3T,” terangnya.
Unpatti membuka tiga prodi PPDS baru. Yakni, Prodi Ilmu Bedah, Kebidanan dan Kandungan, serta Prodi Penyakit Dalam. Hanggono berharap, prodi itu menjadi tonggak penguatan pendidikan dokter spesialis di kawasan Indonesia Timur. Termasuk, mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialis di wilayah kepulauan Maluku dan sekitarnya.
Sementara, Unbat membuka empat PPDS, yaitu Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Spesialis Bedah, dan Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif. Posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan pusat pertumbuhan baru, kata Hanggono, menjadi bagian penting dari strategi nasional memperluas akses pendidikan spesialis sekaligus mendukung sistem layanan kesehatan regional.
”Rangkaian peluncuran PPDS nasional ini akan terus berlanjut di enam wilayah Academic Health System (AHS). Itu meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan-Jawa Barat, Jakarta-Papua, Jawa Tengah-Kalimantan, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi-Maluku,” jelasnya.
Tambah Kuota
Selain membuka PPDS baru, Kemendiktisaintek juga meningkatkan kuota mahasiswa kedokteran yang mendapat beasiswa. Cara itu dapat membantu calon mahasiswa dalam pembiayaan.
Dekan FK Unpatti Farah Christina Noya menyampaikan, peresmian prodi itu bukan sekadar pencapaian administratif. Namun, pemenuhan janji dari pihak kampus untuk memutus mata rantai keterbatasan akses kesehatan di Maluku. ”Dengan dukungan RSUD Dr M Haulussy sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, kami siap mencetak dokter spesialis unggul yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat di daerah,” jelasnya. (mia/aph/JPG/r3)
Editor : Jelo Sangaji