Dana fantastis ini sudah nangkring di APBN, menunggu 'lampu hijau' terakhir dari Presiden sebelum benar-benar tumpah ke rekening masing-masing.
Angin segar berembus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, hingga para pensiunan di seluruh penjuru tanah air.
Dikutip dari Radar Jogja, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa komitmen pembayaran THR 2026 sudah masuk dalam pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Aturannya sedang dalam proses. Begitu selesai, nanti Presiden yang akan mengumumkan. Dananya sudah siap," tegas Purbaya terkait kepastian pencairan dana tersebut.
Meski dana sudah tersedia, masyarakat diminta sedikit bersabar.
Jadwal resmi pencairan masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengumumkan prosedur teknis ini sekembalinya beliau dari perjalanan luar negeri.
Namun, jika berkaca pada skema tahun-tahun sebelumnya, THR biasanya akan mulai membanjiri rekening para penerima sekitar 10 hingga 15 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tak hanya sekadar gaji pokok, komponen THR yang akan diterima para ASN cukup lengkap, meliputi:
• Gaji pokok
• Tunjangan keluarga dan pangan
• Tunjangan jabatan atau umum
• Tunjangan kinerja (disesuaikan dengan pangkat dan golongan).
Langkah percepatan penyaluran ini bukan tanpa alasan. Selain demi kesejahteraan pegawai menjelang Lebaran, pemerintah berharap guyuran dana Rp 55 triliun ini mampu memacu perputaran ekonomi nasional lebih awal dan merata di seluruh daerah.
Editor : Marthadi