Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Tebak-tebakan! Ternyata Ini "Resep Rahasia" Bappenas Biar Ekonomi Indonesia Tetap Melejit Tapi Polusi Nihil

Nurul Hidayati • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:03 WIB

Dampak kebijakan langsung dari pembangunan rendah karbon dapat dirasakan, yang mengarah kepada win-win-win outcome, dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
Dampak kebijakan langsung dari pembangunan rendah karbon dapat dirasakan, yang mengarah kepada win-win-win outcome, dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

LombokPost - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas kini punya "senjata baru" dalam merancang masa depan bangsa.

Bukan sekadar prediksi di atas kertas, platform bernama Pembangunan Rendah Karbon Indonesia (LCDI) hadir untuk memastikan ekonomi tetap tumbuh tinggi tanpa harus menguras habis sumber daya alam (SDA).

LCDI dirancang sebagai jalan tengah atau win-win-win outcome yang menyeimbangkan tiga aspek sekaligus: ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui platform ini, Indonesia bertekad menjadi pemimpin dunia (leader) dalam tren pembangunan rendah karbon.

Gunakan Teknologi "Peramal" Masa Depan Yang menarik, penyusunan kebijakan LCDI tidak dilakukan secara sembarangan.

Bappenas menggunakan dua metodologi ilmiah tingkat tinggi yang mampu mensimulasikan dampak kebijakan hingga puluhan tahun ke depan.

System Dynamics: Pendekatan ini digunakan untuk memahami perilaku fenomena ekonomi dan sosial yang dinamis.

 Ibarat laboratorium raksasa, para ahli bisa menguji berbagai intervensi variabel dan melihat sensitivitas hasilnya terhadap pertumbuhan nasional sebelum kebijakan benar-benar diketok palu.

Spatial Dynamics: Alat ini berfungsi memprediksi perubahan bentang alam.

Dengan teknologi ini, pemerintah bisa merekayasa dampak penggunaan lahan di masa depan, sehingga ekspansi pembangunan tidak sampai merusak ekosistem vital.

Pendekatan HITS: Anti Tabrakan Antar Sektor Sebagai system integrator, Bappenas menerapkan pendekatan HITS (Holistic, Integrative, Thematic, and Spatial).

Strategi ini memastikan tidak ada kebijakan yang saling tumpang tindih atau "tabrakan" (trade-off) antar sektor. Jika satu sektor maju, sektor lain tidak boleh dikorbankan.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Berdasarkan hasil proyeksi pemodelan yang dilakukan, penerapan kebijakan LCDI justru menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan dibandingkan skenario bisnis biasa. Artinya, ekonomi hijau bukan penghambat, melainkan mesin baru pertumbuhan Indonesia.

Di NTB sendiri, semangat LCDI ini telah diterjemahkan melalui komitmen Gubernur dan Bappeda NTB untuk menjaga "hutan tetap hijau, air tetap jernih, dan laut tetap biru" sambil terus memacu investasi masuk ke Bumi Gora.

Editor : Kimda Farida
#Indonesia #lingkungan #Ekonomi #rendah karbon #asri #polusi