Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SIAGA DINI! NTB Masuk Daftar Wilayah Pertama Musim Kemarau April 2026, BMKG Petakan Pergerakan Musim di 699 Zona

Nurul Hidayati • Selasa, 10 Maret 2026 | 18:20 WIB

Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia
Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia

LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta jalan masuknya musim kemarau di tanah air untuk tahun 2026.

Dari total 699 Zona Musim (ZOM) yang dipantau, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan akan menjadi salah satu daerah yang paling awal merasakan teriknya matahari musim kering tahun ini.

Berbeda dengan wilayah lain yang baru akan menyusul di pertengahan tahun, transisi musim di NTB diprediksi akan dimulai secara signifikan pada bulan depan.

April 2026: NTB Mulai Memasuki Musim Kering

Berdasarkan data terbaru, pada April 2026 sebanyak 114 ZOM (16,3%) akan mulai memasuki musim kemarau. NTB masuk dalam klaster pertama ini bersama Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, serta pesisir utara dan selatan Pulau Jawa.

Pergerakan musim ini menunjukkan bahwa wilayah kepulauan di bagian selatan Indonesia, termasuk Bumi Gora, akan menjadi garis depan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Mei-Juni: Puncak Perluasan Kemarau secara Nasional

Gelombang musim kemarau akan semakin meluas pada dua bulan berikutnya.

Mei 2026: Diprediksi menjadi periode transisi terbesar dengan 184 ZOM (26,3%) yang masuk musim kemarau, mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera bagian utara dan selatan, hingga Papua bagian timur.

Juni 2026: Sebanyak 163 ZOM (23,3%) menyusul, meliputi sebagian besar Aceh, Kalimantan, hingga Sulawesi Tengah dan Maluku.

Secara bertahap, sisa wilayah lainnya di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan sebagian Papua diprediksi baru akan merasakan musim kemarau pada bulan Juli hingga Agustus 2026.

Garis Depan Transisi Nasional

BMKG menegaskan bahwa fenomena musim kemarau 2026 ini akan bergerak secara konsisten. "Awal kemarau diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap merambat ke wilayah Indonesia lainnya," tulis laporan tersebut.

Meski sebagian kecil wilayah (sekitar 0,6%) sudah ada yang masuk kemarau sejak Februari lalu, namun bagi warga NTB, bulan April menjadi alarm pengingat untuk mulai menyiapkan langkah antisipasi ketersediaan air bersih dan potensi cuaca panas ekstrem.

Langkah Antisipasi Warga NTB

Dengan masuknya NTB dalam daftar wilayah pertama yang mengalami kemarau, masyarakat dihimbau untuk:

Efisiensi Air: Mulai bijak dalam penggunaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Manajemen Pertanian: Petani disarankan menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air yang diprediksi mulai menurun pada bulan depan.

Kesehatan: Waspadai debu dan suhu udara yang mulai meningkat saat aktivitas di luar ruangan.

Tetap pantau informasi cuaca terkini dari stasiun klimatologi setempat agar rencana kegiatan Anda tidak terganggu oleh perubahan cuaca yang dinamis.

Editor : Kimda Farida
#kemarau #Indonesia #april #bmkg #NTB