LombokPost - Upaya pengamanan ketat dan sosialisasi keselamatan berkendara yang masif membuahkan hasil positif pada pelaksanaan mudik Lebaran 1447 Hijriah.
PT Jasa Raharja (Persero) mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Siaga Lebaran yang berlangsung mulai 13 hingga 22 Maret 2026.
Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan koordinasi antara kepolisian, operator jalan tol, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
Fatalitas Kecelakaan Berkurang Signifikan
Berdasarkan data yang dihimpun selama sepuluh hari masa mudik, tren fatalitas atau jumlah korban meninggal dunia menunjukkan penurunan yang sangat drastis dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Polri sebelumnya juga sempat memberikan gambaran awal bahwa angka kecelakaan mudik 2026 turun sebesar 3,23 persen, dengan tingkat fatalitas berada di angka 24,61 persen.
Dari data yang dihimpun bersama Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 2.119 kejadian. Angka ini menurun sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 2.179 kejadian.
Baca Juga: HINDARI MACET MUDIK! Pantau 17 Titik Rawan Macet , Cek CCTV Sebelum Terjebak!
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin dimana Jasa Raharja mengonfirmasi bahwa tren ini terus terjaga hingga mendekati masa arus balik.
“Penurunan angka kecelakaan dan korban tewas ini merupakan buah dari kerja keras seluruh stakeholder di lapangan serta kepatuhan pemudik terhadap arahan petugas,” kata Awaluddin.
Faktor Pendukung Keselamatan
Ada beberapa faktor kunci yang dinilai menjadi penyebab turunnya angka kecelakaan pada mudik kali ini.
Rekayasa Lalu Lintas yang Efektif: Penerapan one way dan contraflow yang lebih terukur membantu mengurai titik kemacetan yang biasanya memicu stres dan kecerobohan pengemudi.
Pemanfaatan Transportasi Umum: Lonjakan penumpang kereta api dan bus hingga 10 juta orang turut mengurangi volume kendaraan pribadi dan sepeda motor di jalan raya yang rawan kecelakaan.
Kesiagaan Posko Mudik: Kehadiran ratusan posko kesehatan dan rest area tambahan di sepanjang Trans Jawa hingga jalur lintas provinsi membantu pengemudi mengatasi masalah kelelahan (fatigue).
Imbauan Menuju Arus Balik
Meski angka kecelakaan menurun, Jasa Raharja tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah saat menghadapi arus balik yang diprediksi memuncak pada 24 Maret 2026.
Bagi pemudik yang akan menempuh jalur jauh yang kembali ke Pulau Jawa, diingatkan untuk tetap mengutamakan istirahat setiap 4 jam sekali.
Kemenangan sejati adalah ketika kita sampai kembali ke rumah dengan selamat dan sehat.
Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan yang terdata tetap akan mendapatkan jaminan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun pencegahan tetap menjadi prioritas utama demi mewujudkan mudik yang ceria dan bermakna.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin