Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Daring Bukan Prioritas, Pendidikan Salah Satu Sektor Prioritas Pemerintah

Lombok Post Online • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:59 WIB

 

Pratikno
Pratikno
 

LombokPost - RENCANA pembelajaran secara daring hampir pasti batal. Sinyal tersebut tampak dari statemen Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangan resmi terbaru, Selasa (24/3).

Pratikno menyebut, ada perhatian sangat besar dari Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

Karena itu, khusus di bidang pendidikan, menjadi penting untuk menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Hal itu juga telah disepakati setelah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. “Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” ujarnya.

“Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” sambungnya.

Diakuinya, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan, maka pembelajaran daring bagi siswa dinilai tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” paparnya.

Poin ini pun disampaikan olehnya dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada Senin (23/3).

Pratikno turut menegaskan ulang arahan Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada Jumat (13/3).

Baca Juga: Kunci Keberhasilan Riyang Gati: Jeli Melihat Potensi 'Pengaritan' Hingga Kewalahan Terima Order Daring

Di mana, situasi krisis global saat ini justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.

“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” katanya mengulang arahan Presiden.

Selain swasembada pangan dan swasembada energi, transformasi pemerintahan dan pendidikan juga jadi fokus utama.

Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Pratikno menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.

Kemudian, perjalanan dinas yang non-esensial diminta untuk dipangkas, pertemuan dan rapat diimbau untuk bisa dioptimalisasi secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.

“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkasnya. (lyn/mia/oni/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#kabinet #pendidikan #daring #pembelajaran #sdm