Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sehari Gunung Dukono Dua Kali Erupsi Besar, Diprediksi Masih Akan Terus Berlangsung

Redaksi • Sabtu, 4 April 2026 | 10:50 WIB
MAKIN INTENS: Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (3/4) pukul 17.48 WIT menyemburkan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter dari puncak. (ANTARA/JAWA POS)
MAKIN INTENS: Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (3/4) pukul 17.48 WIT menyemburkan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter dari puncak. (ANTARA/JAWA POS)

LombokPost - Tak hanya gempa, bencana lain juga melanda wilayah Maluku Utara.

Gunung Dukono mengalami erupsi besar dalam beberapa hari terakhir.

Terbaru terjadi Jumat (3/4). Gunung yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara itu mengalami dua kali erupsi.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Tinggi Letusan Capai 700 Meter

Yang pertama terjadi pada pukul 11.06 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak.

Sedangkan erupsi kedua terjadi pada sore hari dengan lontaran abu yang lebih tinggi.

”Erupsi sekitar pukul 17.28 WIT dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak,” kata Petugas PGA Dukono Bambang Sugiono dalam keterangan tertulisnya Jumat (3/4).

Baca Juga: Erupsi Semeru 2021 Selamat, Letusan 2025 SD di Lumajang Hancur, Hanya Sisakan Pondasi, Sekolah Terdekat Dipakai Tempat Mengungsi

Data PPGA menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih cukup signifikan dan berpotensi terjadi secara berulang.

Saat ini, status gunung tersebut masih berada pada Level II atau Waspada. Pada level ini, aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan dapat disertai letusan abu secara periodik.

PGA Dukono telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat yang berada di sekitar gunung, termasuk para pengunjung dan wisatawan, agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang, yang merupakan pusat aktivitas erupsi.

Baca Juga: Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Ada 129 Pendaki Selamat di Tengah Erupsi Semeru, Puluhan Rumah Rusak Parah, Ratusan Warga Mengungsi

Sebab, letusan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebarannya mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area terdampak menjadi tidak tetap.

”Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik," katanya. (ant/ris/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#gunung dukono #vulkanik #maluku utara #erupsi #Gema Akhmad Muzakir