LombokPost--Polemik pertemuan antara Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dengan sejumlah media digital atau homeless media makin memanas di media sosial.
Setelah nama-nama media baru disebut dalam konferensi pers Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, sejumlah akun media digital langsung ramai-ramai memberikan klarifikasi dan menegaskan sikap independen mereka.
Isu ini mencuat usai konferensi pers Bakom RI di Jakarta pada Rabu (6/5), ketika Qodari menyampaikan pentingnya merangkul media digital sebagai bagian dari penguatan ekosistem informasi nasional.
Dalam keterangannya, ia menyebut pemerintah ingin mendekati media-media baru yang selama ini aktif di media sosial.
“New media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar agar produknya makin berkualitas seperti media konvensional,” ujar Qodari.
Namun pernyataan tersebut justru memicu polemik baru. Sejumlah media digital yang namanya ramai dikaitkan dengan forum tersebut langsung memberikan klarifikasi terbuka di media sosial.
Baca Juga: Persiapan Tuan Rumah Peparnas 2028, NPCI NTB Gembleng Fisik Atlet Lewat Pelatda Mandiri
Ngomongin Uang secara tegas menyatakan bahwa mereka bukan mitra pemerintah. Sementara Bapak2ID juga menyampaikan pernyataan singkat bernada santai namun tegas: “Kaga Ikutan!”
Di sisi lain, Big Alpha menegaskan komitmennya untuk tetap independen dalam menyampaikan konten dan informasi kepada publik.
Klarifikasi paling ramai datang dari Narasi yang mengeluarkan pernyataan sikap resmi.
Media tersebut menegaskan tidak tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF), tidak mengetahui agenda terkait, serta tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan standar Dewan Pers.
Hal senada juga disampaikan Pandemic Talks yang membantah isu keterlibatan mereka dalam forum tersebut.
Mereka menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan Pandemic Talks tidak pernah direkrut.
Viralnya polemik ini memunculkan perdebatan luas soal independensi media digital dan batas hubungan antara pemerintah dengan media baru berbasis media sosial.
Banyak warganet mempertanyakan transparansi forum yang disebut-sebut menaungi puluhan media digital tersebut.
Baca Juga: Zocalo Lumpuh! BTS Muncul di Balkon Istana Presiden Meksiko, 50 Ribu ARMY Histeris
Di tengah derasnya kritik dan klarifikasi, isu ini justru memperlihatkan bagaimana media digital kini memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik, bahkan mampu menciptakan gelombang respons hanya dalam hitungan jam di media sosial.
Editor : Kimda Farida