LombokPost - Pihak SMAN 1 Pontianak melayangkan protes atas keputusan dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.
Dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, pihak sekolah melayangkan protes atas keputusan dewan juri tersebut.
Dalam postingan itu, pihak SMAN 1 Pontianak menyebut bahwa dewan juri kerap tidak fokus ketika menilai jawaban dari peserta.
"Kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian yang berpotensi memengaruhi objektivitas hasil," tulis isi dari pernyataan resmi pihak sekolah, dikutip pada Senin (11/5).
Lalu, pihak sekolah juga menyayangkan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri ketika keputusannya diprotes oleh peserta.
Dewan juri dianggap tidak obyektif ketika ada protes karena tidak mengklarifikasi terlebih dahulu terkait protes dari peserta tersebut.
Pihak sekolah juga menyayangkan pembawa acara yang turut memperjelas terkait relasi kuasa dewan juri dengan menganggap para juri tidak salah karena memiliki kompetensi dalam menilai.
"Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai," tulisnya dalam pernyataan mereka.
Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional.
Dengan adanya peristiwa ini, pihak sekolah meminta penyelenggara untuk menyampaikan penjelasan secara transparan setelah viralnya video yang dimaksud.
Lalu, mereka juga mendesak adanya evaluasi terkait penilaian demi menjaga integritas LCC 4 Pilar MPR.
Seperti yang diketahui, belakangan viral video Lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
LCC Empat Pilar MPR RI ini dilaksanakan pada Sabtu (9/11) lalu, dan belakangan videonya viral di media sosial.
Yang menyebabkan viral karena jawaban peserta LCC Empat Pilar MPR RI benar, tapi malah disalahkan dewan juri.
Editor : Kimda Farida