Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pimpinan Baru BGN Disambut Keracunan di Bangkalan

Redaksi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:46 WIB
MUAL MUNTAH: Pimpinan tim MBG Bangkalan menjenguk siswa yang dirawat di Puskesmas Kokop pada Kamis (4/6) malam. (RADAR MADURA GRUP JAWA POS)
MUAL MUNTAH: Pimpinan tim MBG Bangkalan menjenguk siswa yang dirawat di Puskesmas Kokop pada Kamis (4/6) malam. (RADAR MADURA GRUP JAWA POS)

LombokPost - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dirombak. Tiga pejabat lama telah ditahan. Presiden Prabowo Subianto juga memberi warning agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi lahan mencari keuntungan. Namun, insiden gangguan kesehatan masal pasca mengonsumsi MBG masih terjadi.

Dalam dua hari terakhir, sedikitnya dua insiden dugaan keracunan terjadi. Salah satunya di Bangkalan, Jawa Timur. Puluhan siswa di Kecamatan Kokop mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Hingga Jumat (5/6), sedikitnya 84 penerima program harus menjalani perawatan. Mulai siswa SD hingga SMA. Sebelumnya, mereka mengonsumsi menu MBG produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Barokah Kokop Dupok.

Baca Juga: Tiga Tersangka Bersekongkol Kuasai Dapur MBG, Dapur MBG Menumpuk di Wilayah Aglomerasi

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku telah mengecek langsung kondisi siswa. ”Saat kami ke lapangan, ternyata korbannya lebih banyak,” ujar mantan Kepala Dispendik Bangkalan itu.

Para korban menjalani perawatan di Puskesmas Kokop dan fasilitas kesehatan lainnya. Mereka mengeluh mual setelah menyantap menu MBG yang berisi nasi putih, sate ayam, tempe goreng, acar timun-wortel, dan semangka. ”Jumlah penerima manfaatnya ribuan, tapi yang dilarikan ke puskesmas hanya 84 orang,” katanya.

Puluhan penerima MBG yang harus dirawat tidak hanya berstatus siswa. Ada pula warga umum. Bahkan, keluhan yang dialami lebih parah dibandingkan siswa. ”Hingga muntah-muntah lima kali usai makan menu MBG itu,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Larang Telur Dadar di Menu MBG, Khawatir Dicampur Tepung dan Kurangi Gizi Anak

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi, penerima manfaat menyebut menu yang diterima enak dan tidak berbau. ”Menunya tidak basi, dan korban lahap makannya. Tapi, satu jam kemudian muntah-muntah dan pusing,” katanya.

Satgas MBG Bangkalan telah mengamankan sampel makanan maupun sampel muntahan korban untuk diuji di laboratorium. ”Kami belum bisa memastikan penyebab kejadian ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kokop Zaitun Ernawati mengutarakan, korban berdatangan pada Kamis (4/6) malam mulai pukul 22.00 WIB. Namun, setelah mendapat perawatan dan kondisinya membaik, mereka langsung dipulangkan. ”Hanya empat yang rawat inap. Sedangkan sekarang (kemarin) tinggal dua orang yang masih dirawat inap,” katanya.

Baca Juga: Distribusi MBG di NTB Tetap Normal Meski Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

Terpisah, PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut menu MBG yang didistribusikan telah melalui pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada masalah. ”Ini akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya,” katanya.

Dia menambahkan, pihak SPPG telah menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat beserta keluarganya. ”Setelah ini kami rehat dulu, dan kami berencana mengundang chef untuk memberikan pelatihan kepada relawan,” janjinya.

Insiden serupa dilaporkan terjadi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Laporan awal menyebutkan tujuh siswa di sebuah SD dilarikan ke puskesmas setelah menyantap menu MBG.

Kabar terakhir, jumlah penerima MBG yang menjalani perawatan bertambah menjadi 16 orang. (za/jup/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#BGN #Mbg #Kesehatan #Puskesmas #satgas