LombokPost - Aksi demonstrasi mahasiswa yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah berlangsung di beberapa daerah, Rabu (17/6).
Di Surabaya, massa aksi menyampaikan tuntutan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Sementara di Malang, mahasiswa membawa sembilan poin tuntutan, termasuk revisi Undang-Undang TNI dan Polri.
Di Surabaya, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 13.00. Mereka menyampaikan aspirasi terkait sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk meminta evaluasi terhadap program MBG dan KDMP.
Baca Juga: Gerindra NTB Bela Kader dalam Isu Monopoli Dapur MBG
Ketua BEM Unair M. Rizqi Senja Virawan menilai pelaksanaan kedua program tersebut perlu dievaluasi. Menurut dia, temuan Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi tuntutan tersebut.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi.
Aksi di Surabaya turut diikuti sejumlah elemen masyarakat. Demonstrasi berlangsung sekitar 3,5 jam dan berakhir pada pukul 16.30 setelah massa membubarkan diri secara bertahap.
Baca Juga: Reformasi BGN dan MBG
Sembilan Tuntutan di Malang
Di Kota Malang, mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di depan Balai Kota sekitar pukul 13.20. Mereka menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah.
Beberapa tuntutan yang disuarakan antara lain revisi UU TNI dan Polri, evaluasi program MBG, serta percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Baca Juga: Desak Pemerintah Moratorium MBG, Koalisi MBG Watch Geruduk BGN
Sekitar pukul 14.00, aksi sempat memanas ketika peserta demonstrasi membakar ban dan meminta perwakilan DPRD Kota Malang menemui massa.
Ketua BEM Universitas Negeri Malang (UM) Maulana Nazil Al Haq mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi sosial, ekonomi, hukum, politik, dan lingkungan hidup. Menurut dia, mahasiswa berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Unjuk Rasa di Jogjakarta
Aksi serupa juga berlangsung di kawasan Titik Nol Kilometer Jogjakarta. Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah.
Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu diikuti ratusan mahasiswa yang membawa spanduk berisi berbagai tuntutan dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. (leh/aff/inu/aph/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online