lombokpost-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Santri Trensains Tebuireng, Azra Aqila Yusni, di panggung internasional.
Pelajar kelas XI SMA Trensains Tebuireng Jombang asal Kota Mataram itu berhasil menyabet penghargaan Honorable Mention dalam The 21st Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 26–29 Juni 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada delegasi yang dinilai memiliki kemampuan diplomasi, argumentasi, negosiasi, dan kontribusi terbaik selama simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Bagi gadis yang bercita-cita ingin menjadi diplomat ini, pencapaian ini menjadi buah dari proses panjang yang dipenuhi riset, disiplin, dan kerja keras.
Membawa Nama Botswana, Membawa Solusi
Dalam konferensi internasional tersebut, gadis yang hobi baca novel ini dipercaya menjadi delegasi Republik Botswana.
Tugasnya bukan sekadar menyampaikan pendapat. Sebagai delegasi, Azra harus memahami kepentingan nasional Botswana dan menyuarakan posisi resmi negara tersebut dalam pembahasan isu advancing global trade access for Landlocked Developing Countries (LLDCs) atau peningkatan akses perdagangan global bagi negara-negara berkembang yang tidak memiliki akses langsung ke laut.
Topik tersebut menuntut peserta menguasai berbagai aspek, mulai dari perdagangan internasional, geopolitik, hukum perdagangan, hingga kerja sama multilateral.
Position Paper yang Menawarkan Jalan Keluar
Salah satu tahapan penting dalam AYIMUN adalah penyusunan Position Paper, yaitu dokumen resmi yang menjadi dasar sikap setiap delegasi dalam sidang.
Azra menyadari bahwa Position Paper tidak cukup hanya menjelaskan persoalan. Dokumen itu juga harus menghadirkan solusi yang realistis.
Karena itu, ia mempelajari berbagai referensi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), hingga berbagai laporan mengenai kondisi ekonomi dan perdagangan Botswana.
Hasilnya adalah sebuah Position Paper yang tidak hanya mengulas tantangan yang dihadapi Landlocked Developing Countries (LLDCs), tetapi juga menawarkan konsep inovatif bernama BANDUNG TRANSITION (Sustainable Land-Linked Developing Countries through Transparent Transit Integration and Evaluation Platform).
Melalui konsep tersebut, Azra mengusulkan sistem transit yang lebih transparan, terintegrasi, dan berkelanjutan agar negara-negara tanpa akses laut mampu berkembang menjadi land-linked countries yang memiliki konektivitas lebih baik terhadap perdagangan global.
Konsep inilah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan argumentasi Santri Trensains Tebuireng asal Mataram tersebut selama mengikuti sidang AYIMUN.
Baca Juga: Launching Hari Santri Nasional di Ponpes Tebuireng, Puncak Acara di TMII
Membagi Fokus antara Ujian Sekolah dan Forum Dunia
Di balik penghargaan itu, terdapat perjuangan yang tidak ringan.
Persiapan mengikuti AYIMUN bertepatan dengan ujian kenaikan ke kelas XII di SMA Trensains Tebuireng Jombang.
Artinya, Azra harus membagi fokus antara memenuhi tanggung jawab akademik di sekolah dengan mempersiapkan diri menghadapi forum internasional.
Pada siang hari, ia belajar menghadapi ujian sekolah. Ketika malam tiba, Azra kembali membuka laptop untuk menyusun Position Paper, membaca berbagai dokumen WTO, PBB, dan IMF, sekaligus melatih kemampuan diplomasi serta public speaking dalam bahasa Inggris.
Hari-harinya nyaris tanpa jeda.
"Sejak awal mendaftar, saya sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik. Persiapannya memang cukup berat karena berbarengan dengan ujian kenaikan kelas.
Jadi saya harus benar-benar membagi waktu antara belajar untuk sekolah dan mempersiapkan AYIMUN. Hampir setiap hari saya begadang supaya keduanya bisa berjalan maksimal," ujar Azra.
Seluruh kerja keras itu akhirnya berbuah manis ketika namanya diumumkan sebagai penerima Honorable Mention.
Prestasi Internasional Kedua dalam Waktu Berdekatan
Penghargaan di Bangkok bukanlah prestasi internasional pertama yang diraih Azra sepanjang 2026.
Sebelumnya, Santri Trensains Tebuireng asal Mataram tersebut juga sukses meraih penghargaan The Most Outstanding pada ajang Asia World Model United Nations (AWMUN) di Korea Selatan.
Dua penghargaan internasional yang diraih dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan menjadi bukti bahwa pencapaian tersebut lahir dari proses belajar yang konsisten, keberanian keluar dari zona nyaman, serta kemampuan berpikir kritis, riset, komunikasi, dan diplomasi yang terus diasah.
Langkah Kecil Menuju Panggung Dunia
Bagi Azra, setiap forum internasional bukan sekadar ajang kompetisi.
Konferensi seperti AYIMUN menjadi ruang untuk belajar memahami berbagai perspektif, membangun dialog lintas budaya, sekaligus mencari solusi atas persoalan global bersama delegasi dari berbagai negara.
Dua penghargaan internasional yang berhasil diraih sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa Santri Trensains Tebuireng asal Mataram mampu bersaing melalui gagasan dan kualitas intelektual di panggung dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni