Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KNEKS Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Pusat Syariah Dunia, KNEKS Jinjing Instrumen Baru SRIA untuk Bidik Sektor Riil Global

Nurul Hidayati • Selasa, 7 Juli 2026 | 00:03 WIB
Ekonomi Syariah
Ekonomi Syariah

LombokPost – Indonesia terus menancapkan kukunya sebagai kiblat ekonomi syariah dunia.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS sekaligus Sekjen DPP IAEI, Sutan Emir Hidayat, memaparkan lompatan besar ekosistem keuangan syariah nasional yang kian adaptif terhadap pasar halal global dan pembangunan berkelanjutan.

Emir menegaskan, akselerasi ini disokong oleh pertumbuhan masif industri halal domestik, lonjakan aset syariah, serta penguatan kelembagaan.

Baca Juga: Bank Indonesia Dorong Empat Komitmen Utama Untuk Kemajuan Ekonomi Syariah Nasional

"Penguatan regulasi terbukti berhasil mendorong daya saing ekosistem ekonomi syariah nasional di panggung internasional," ujar Emir dalam Perkenalkan Skema SRIA.

Guna memperluas penetrasi pasar, KNEKS memperkenalkan inovasi pendanaan baru bertajuk Sharia Restricted Investment Account (SRIA).

Instrumen investasi syariah berbasis bagi hasil ini dirancang khusus untuk langsung mengucurkan pembiayaan ke sektor riil. 

Baca Juga: MIM Foundation Mataram Juara Nasional Pengelolaan ZISWAF, NTB Kian Kuat Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Global

SRIA diharapkan mampu memperluas portofolio investasi, menarik minat investor kakap, sekaligus memperkuat struktur permodalan perbankan syariah.

Pekerjaan Rumah Infrastruktur Digital

Kendati peluang terbuka lebar lewat tren transformasi digital dan penguatan sinergi keuangan komersial-sosial (zakat-wakaf), Emir tak menampik adanya tantangan struktural.

Baca Juga: Buka IES 2025, Menag RI Puji Komitmen Ekonomi Syariah di NTB

Industri keuangan syariah tanah air masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam penguatan infrastruktur teknologi informasi, inovasi produk, kapasitas permodalan, serta pemenuhan kebutuhan SDM yang kompeten di bidang ini.

Komitmen Indonesia untuk menjadi motor penggerak ekonomi syariah dunia kembali digaungkan di forum internasional.

Melalui partisipasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam pengembangan ekonomi syariah ingin cetak biru keuangan berbasis syariah tanah air dikenalkan di hadapan para pemimpin industri keuangan global.

Keuangan syariah kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang inklusif dan merata.

"Kemajuan pengembangan ekonomi syariah kita didukung kuat oleh peningkatan literasi masyarakat dan penguatan kelembagaan yang makin solid," jelasnya.

Melalui SRIA instrumen berbasis bagi hasil ini, aliran modal investor tidak mengendap di pasar keuangan semata, melainkan langsung disalurkan untuk menggerakkan roda usaha di sektor riil masyarakat.

Namun, Emir mengingatkan bahwa industri ini masih menghadapi tantangan nyata di hilir.

Percepatan transformasi digital di daerah dan peningkatan kapasitas permodalan harus segendang sepenarian dengan mencetak SDM syariah yang andal. 

Melalui ajang internasional, KNEKS berharap kolaborasi global yang tercipta dapat membuka peluang investasi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat di tanah air.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#pasar keuangan #investasi #daya saing #KNEKS #Ekonomi