Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Teken 26 Kerja Sama Strategis, Singapura Konsisten Berinvestasi di Indonesia

Redaksi • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:29 WIB
KERJA SAMA BILATERAL: Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan saat konferensi pers bersama di Istana Merdeka di Jakarta, Senin (6/7). (YASUYOSHI CHIBA / AFP)
KERJA SAMA BILATERAL: Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan saat konferensi pers bersama di Istana Merdeka di Jakarta, Senin (6/7). (YASUYOSHI CHIBA / AFP)

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyepakati 26 kerja sama strategis dalam pertemuan bilateral Singapore-Indonesia Leaders' Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7).

Kesepakatan tersebut mencakup investasi, energi, pertahanan, transformasi digital, kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

 Sebanyak 26 kesepakatan itu terdiri atas 18 kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G-to-G) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business/B-to-B).

Baca Juga: Leaders’ Retreat 2026: Prabowo-Lawrence Wong Sepakati 26 Kerja Sama Strategis

Prabowo mengatakan, capaian tersebut menunjukkan hubungan Indonesia dan Singapura semakin produktif dan tidak berhenti pada tataran diplomasi.

”Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita,” ujarnya.

Pertemuan diawali dengan pembicaraan empat mata antara Prabowo dan Wong yang membahas hubungan ekonomi serta perkembangan geopolitik kawasan.

Baca Juga: Ini Pesan Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara: Orang Cari Keadilan, Beri Perlindungan!

Sejak Prabowo menjabat presiden, keduanya telah bertemu dua kali.

Wong menegaskan, Singapura tetap menaruh kepercayaan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

”Kami memiliki keyakinan penuh terhadap masa depan Indonesia. Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kedua negara sangat erat kaitannya,” katanya.

Baca Juga: Jangkau 60 Juta Orang, Program Makan Gratis Prabowo Mendadak Jadi Sorotan Uni Eropa, Ada Apa?

Menurut Wong, komitmen tersebut tercermin dari konsistensi investasi Singapura selama bertahun-tahun.

Investasi itu tidak hanya menghadirkan aliran modal, tetapi juga menciptakan industri baru, memperkuat hilirisasi, membangun infrastruktur digital, dan membuka lapangan kerja.

Dia mencontohkan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi digital dengan minat investor yang tetap tinggi.

Wong juga menyoroti Kawasan Industri Kendal yang memasuki usia ke-10. Kawasan tersebut telah terisi penuh dan akan diperluas sekitar 1.000 hektare (ha). ”Ekspansi ini akan mendorong investasi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi Berbagai Bidang

Kerja sama di bidang energi menjadi salah satu hasil paling strategis dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Singapura menyepakati peta jalan perdagangan listrik lintas batas melalui penandatanganan kerja sama Danantara dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, serta Singapore Energy Interconnections. Proyek itu akan menjadi fondasi perdagangan listrik regional sekaligus mendukung pembentukan ASEAN Power Grid.

Kedua negara juga mempercepat pembangunan proyek tenaga surya berskala besar di Morowali, Sulawesi Tengah, yang diproyeksikan menjadi salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Indonesia. Selain itu, Indonesia dan Singapura menandatangani kerja sama perdagangan karbon berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris yang membuka peluang investasi baru di sektor ekonomi hijau.

Di bidang pendidikan dan pengembangan SDM, kedua negara mengaktifkan kembali kelompok kerja pendidikan, memperluas kerja sama riset, serta mengembangkan program petani muda. Singapura juga menyatakan kesiapan mendukung pertukaran pelajar melalui Program Sekolah Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo.

Hubungan antarmasyarakat turut diperkuat melalui peningkatan konektivitas udara, termasuk pembukaan rute penerbangan langsung Singapura—Pontianak. Sementara itu, kerja sama pertahanan diperkuat melalui implementasi Defence Cooperation Agreement yang mencakup pengembangan fasilitas latihan bersama antara TNI dan Singapore Armed Forces (SAF).

Menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027, Wong optimistis kemitraan Indonesia-Singapura akan semakin erat. ”Kemitraan kita dibangun atas dasar saling percaya, berorientasi ke depan, dan memiliki potensi yang sangat besar. Bersama-sama kita dapat menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan jika berjalan sendiri-sendiri,” katanya. (lyn/aph/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#investasi #Indonesia #Singapura #lapangan kerja #modal