Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rupiah Sentuh Rp 18.000 Per Dolar As, Pemerintah Klaim Fundamental Tetap Solid

Redaksi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:03 WIB
Airlangga Hartarto (AFP)
Airlangga Hartarto (AFP)

LombokPost - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan.

Pada perdagangan Jumat (10/7), mata uang Garuda sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pelemahan tersebut lebih dipengaruhi gejolak eksternal dan bukan mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terombang-ambing, Sentimen The Fed dan Government Shutdown Jadi Penentu

”Sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja yang kuat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen, sementara neraca perdagangan secara kumulatif sepanjang tahun masih membukukan surplus,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (10/7).

Dia mengakui neraca perdagangan sempat mencatat defisit dalam satu bulan terakhir. Namun, kondisi tersebut lebih dipicu lonjakan harga impor bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak pasar energi global.

”Sementara ekspor kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy relatif stabil. Ini tentu akan terus kita jaga dalam beberapa bulan ke depan,” ucapnya.

Baca Juga: Rupiah Tertekan, BI Targetkan Nilai Tukar di Rp 16.600 - Rp 16.800 Lewat Operasi Pasar

Di sisi lain, pemerintah menilai inflasi masih terkendali sesuai target 2,5 persen plus minus 1 persen. Untuk menjaga daya saing industri, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus.

Salah satunya  penghapusan bea masuk impor bahan baku plastik bagi industri kimia melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Pemerintah juga memberikan tarif bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia selama enam bulan.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat, Tembus Rp16.246 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

”Program prioritas pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit perumahan juga terus bergulir dengan capaian yang positif. Kondisi sektor perbankan pun dinilai tetap sehat,” paparnya.

Dana pihak ketiga (DPK) telah tumbuh dua digit, sedangkan penyaluran kredit menunjukkan tren meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pemerintah juga mengacu pada proyeksi sejumlah lembaga internasional seperti World Bank, IMF, dan OECD yang masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen. ”Jadi relatif semua masih menilai perekonomian Indonesia aman dan solid,” pungkasnya.

Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS

1 Juli      Rp 17.961

2 Juli      Rp 17.994

3 Juli      Rp 17.960

6 Juli      Rp 17.999

7 Juli      Rp 17.988

8 Juli      Rp 18.005

9 Juli      Rp 18.090

10 Juli    Rp 18.069

Sumber: Bank Indonesia (mim/dio/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#domestik #harga #nilai tukar #rupiah #dolar