Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunjungi Tersangka Kasus Santri Luka Bakar, Wakil Bupati Lombok Tengah Dihujani Kritik Netizen

Lestari Dewi • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:50 WIB
Wabup Loteng M Nursiah (dua kanan) didampingi Dirut Perumdam Tiara Loteng Bambang Soepratomo mengunjungi salah satu santri korban luka bakar di Desa Karang Sidemen, BKU, Loteng, belum lama ini. (Dewi/Lombok Post)
Wabup Loteng M Nursiah (dua kanan) didampingi Dirut Perumdam Tiara Loteng Bambang Soepratomo mengunjungi salah satu santri korban luka bakar di Desa Karang Sidemen, BKU, Loteng, belum lama ini. (Dewi/Lombok Post)

LombokPost — Aksi kemanusiaan atau bentuk intervensi hukum? Pertanyaan ini tengah ramai diperbincangkan publik setelah Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah diketahui mengunjungi pimpinan pondok pesantren yang berstatus sebagai tersangka dalam kasus santri yang mengalami luka bakar.

Kunjungan pejabat daerah tersebut mendadak viral di media sosial setelah potongan videonya tersebar luas, salah satunya diunggah kembali oleh figur publik Rieke Diah Pitaloka. Alih-alih mendapatkan apresiasi, langkah M. Nursiah ini justru memicu gelombang sentimen negatif dan kritik pedas dari warganet.

Banyak netizen menilai tindakan Wakil Bupati tersebut kurang elok dan terkesan memberikan perlindungan atau pembelaan terselubung kepada pelaku kejahatan terhadap anak di bawah umur.

Akun @nadikarmadi secara blak-blakan mengkritik gestur politik tersebut. "Laaaahhhh. Ini gesture yg secara gak langsung mengintervensi proses hukum, menaruh keberpihakan," tulisnya di kolom komentar.

Baca Juga: Kasus Santri Luka Bakar Disorot Senayan, Kapolres Lombok Tengah Hadiri RDP dengan Komisi III DPR RI

Kekecewaan serupa juga diutarakan oleh akun @fatmah_emma_alaydrus yang menyayangkan sikap abai terhadap kondisi psikologis dan fisik korban.

"Saya mendukung fiat justitia ruat caelum... korban kehilangan masa depan nya 😭😭 baik fisik maupun mental 😭😭 ada2 aja pak wabup ,, benar memang ada nya tabayun namun fisik dan mental masa depan korban sudah hilang 😭😭," ungkapnya.

Selain dinilai mencederai rasa keadilan bagi korban, warganet juga mempertanyakan urgensi kehadiran M. Nursiah di tengah kasus hukum yang sedang berjalan sensitif ini. Beberapa komentar bernada satire turut menghiasi unggahan tersebut.

"Mending pak wabub jgn brkomentar biar aman😅," celetuk akun @putrawirr.

Baca Juga: Kasus Santri Luka Bakar di Lombok Tengah, Kemenag Beber Alasan Pesantren Tak Ditutup, Tersangka Belum Ditahan karena Sakit

Sementara akun @rindu记录_majenang menambahkan, "Mending ambil video sakitnya di RS aja ga sih bir tambah real 😢", menyiratkan keraguan publik atas narasi kondisi kesehatan tersangka yang dijadikan alasan kunjungan tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut terus dibanjiri komentar dari publik yang mendesak penegakan hukum secara transparan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, serta meminta pemerintah daerah untuk lebih berfokus pada pemulihan kejiwaan dan fisik sang santri yang menjadi korban.

Menanggapi riuhnya tudingan miring netizen yang menyebut dirinya hanya berpihak kepada pelaku, Wakil Bupati Lombok Tengah melalui akun resminya @dr.hm.nursiah segera memberikan klarifikasi terbuka untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Baca Juga: Sebelum MotoGP Mandalika 2026, Veda Ega Latihan di Sirkuit Mandalika

​M. Nursiah membantah narasi netizen yang menuding dirinya abai terhadap korban. Ia menegaskan bahwa tepat satu bulan sebelumnya, yakni pada 13 Juni 2026, dirinya bersama Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah telah menjenguk kedua korban secara langsung.

​"Pada kesempatan tersebut, kami juga memberikan bantuan berupa program ayam petelur sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi keluarga. Selain itu, kami berkoordinasi agar korban mendapatkan perawatan intensif di RS Provinsi NTB," jelas Nursiah via unggahan media sosialnya.

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
santri luka bakar netizen Wakil Bupati Lombok Tengah kritik Tersangka