Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perankan Maya di Film Racun Sangga, Frederika Cull Akhirnya Percaya Santet

Alfian Yusni • Senin, 9 Desember 2024 | 11:41 WIB

 

Frederika Cull saat press conference film Racun Sangga (photo : instagram)
Frederika Cull saat press conference film Racun Sangga (photo : instagram)

LombokPost-Frederika Cull sebelumnya tidak percaya dengan fenomena santet. Namun setelah mendalami peran dan bertemu korban santet justru mengubah pandangannya.

“Sebelumnya saya orangnya logis, tapi setelah menjalani proyek ini dan reading selama dua bulan, saya percaya ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara logis,” ucap Frederika.

Dikatakan, dirinya percaya hal tersebut setelah memerankan Maya.

''Apa yang terjadi kepada mereka, kenapa saya percaya? Karena saya memerankan Maya. Saya tidak akan pernah lupa proses syutingnya,” tutur gadis berusia 25 tahun itu.

Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga diangkat dari sebuah utas yang ditulis oleh Gusti Gina.

Frederika Cull menjadi salah satu pemeran utama dalam film Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga karya sutradara Rizal Mantovani.

Photo
Photo

Cerita ini berdasarkan kisah nyata pasangan suami-istri di Kalimantan yang terkena santet racun sangga. Frederika beradu akting dengan Fahad Haydra, yang memerankan tokoh Andi.

Cerita film ini berpusat pada Maya dan Andi yang menghadapi serangkaian keanehan dalam rumah tangga mereka. Andi pun mengalami sakit-sakitan dan mimpi buruk.

 

Film Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga akan tayang serentak di bioskop pada 12 Desember 2024.

Frederika mengatakan, film ini berbeda dari horor pada umumnya, terutama karena diangkat dari kisah nyata.

“Pastinya kehormatan yang sangat besar bagi saya bermain dalam film ini. Ketika tahu ini diambil dari kisah nyata, saya merasa ini adalah tantangan terbesar yang belum pernah saya jalani sebelumnya,” kata Puteri Indonesia edisi 2019 ini.

Frederika menyebut, Racun Sangga tidak hanya sekadar menampilkan elemen menyeramkan semata melainkan memberikan sentuhan sisi psikologis yang intens.

“Ini bukan horor biasa, ini psychological horror,” ucap dia.(***)

 

Editor : Alfian Yusni
#santet #horror #Racun Sangga #Frederika Cull