Film komedi Indonesia Agak Laen semakin bersinar. Tak hanya memecahkan rekor box office nasional dengan lebih dari 9 juta penonton, film karya Imajinari ini kini dilirik dunia.
Rumah produksi Korea Selatan, Barunson E&A—yang sukses lewat film pemenang Oscar Parasite—resmi memegang lisensi remake Agak Laen, sekuelnya Agak Laen 2, dan film Tinggal Meninggal.
CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, menyebut Imajinari piawai mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami melihat Imajinari punya kekuatan dalam bercerita tentang keluarga, cinta, dan hubungan manusia dengan gaya yang segar dan menghibur,” ujarnya seperti dilansir Variety.
Kerja sama ini jadi langkah strategis Barunson untuk memperluas portofolio IP Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yang industri filmnya sedang berkembang pesat.
Agak Laen sendiri saat ini menempati posisi kedua film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan 9.125.188 penonton. Film garapan Muhadkly Acho itu akan berlanjut ke Agak Laen 2 yang tayang akhir 2025.
Meskipun awalnya dipandang sebelah mata, film ini malah jadi bukti bahwa genre horor-komedi masih punya gigi, bahkan kalau diisi bintang-bintang yang lebih dikenal di dunia digital ketimbang layar lebar.
Agak Laen 2 bakal tayang kuartal empat 2025 dan tetap digarap Acho.
Sementara Tinggal Meninggal, film dark comedy karya Kristo Immanuel tentang kebohongan yang makin runyam, dijadwalkan tayang Agustus 2025.
Baca Juga: Jackie Chan 71 Tahun Masih Lompati Gedung, Tolak Pensiun, Komitmen Aksi Sendiri Sampai Mati!
Film ini memiliki cerita yang absurd tentang cowok kesepian yang hidupnya berantakan gara-gara kebohongan kecil yang makin membesar.
Barunson sebelumnya juga terlibat dalam produksi film Indonesia seperti 13 Bombs, Respati, hingga reboot Rangga & Cinta. Kini, dengan hak remake tiga film Imajinari, IP lokal Indonesia makin siap melangkah ke panggung global. (***)
Editor : Alfian Yusni