Unggahan foto Karina AESPA ini mendapatkan sorotan dan menjadi kontroversi lantaran pakaian yang digunakannya dalam foto tersebut dikaitkan dengan salah satu partai politik (Parpol) di negeri Ginseng itu.
Pakaian yang dikenakan Karina AESPA disoroti lantaran warnanya yang dikaitkan dengan warna identitas partai politik tertentu di Korea Selatan.
Selain itu, ada angka 2 yang berukuran cukup besar di pakaian Karina AESPA, yang yang juga diinterpretasikan sebagai simbol dukungan politik.
Spekulasi ini dengan cepat menyebar, terutama di platform daring dan komunitas penggemar, menimbulkan berbagai macam reaksi terhadap Karina AESPA.
Sebagian dari penggemar, terutama penggemar di Korea Selatan merasa kebingungan dan sebagian lagi merasa kecewa akan kontroversi tersebut.
Sebagai informasi sensitivitas terhadap dukungan politik dari figur publik di Korea Selatan sangat tinggi.
Dugaan semacam ini tentu saja dapat berdampak signifikan terhadap citra dan karier seorang idola.
Mengetahui reaksi penggemar atas postingannya tersebut, Karina AESPA kemudian segera menyampaikan permintaan maaf tulus kepada para penggemar melalui platform komunikasi Bubble.
"Aku sangat minta maaf telah membuat MY (nama fandom aespa) khawatir," tulis Karina.
Karina AESPA menegaskan, dirinya tidak memiliki niat menggunakan pakaian yang berkaitan dengan partai politik.
Selain itu, Karina AESPA juga menegaskan bahwa kontroversi yang berkembang tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman.
"Itu bukan niatku, tetapi karena kesalahpahaman itu semakin berkembang dan MY semakin khawatir, aku pikir perlu berbicara langsung,” sambungnya.
Karina AESPA melanjutkan, ke depannya dia akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan berusaha lebih memperhatikan keadaan.
"Mulai sekarang, aku akan berusaha untuk lebih perhatian dan bertindak dengan lebih hati-hati. Sekali lagi, aku minta maaf telah menyebabkan kekhawatiran," katanya.
Pernyataan sekaligus permintaan maaf Karina AESPA ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran penggemar dan mengklarifikasi situasi yang berkembang.
Editor : Siti Aeny Maryam