LombokPost – Setelah vonis dijatuhkan pada 10 Juli lalu, rincian kasus pemerkosaan berat yang menjerat Taeil eks anggota grup idola NCT, dan dua terdakwa lainnya mulai terungkap ke publik, memicu gelombang kemarahan publik di komunitas daring Korea Selatan.
Menurut catatan jaksa yang diajukan ke pengadilan, kasus ini berawal saat Taeil eks NCT dan dua terdakwa lainnya bertemu dengan korban di sebuah klub malam di Itaewon.
Korban dari Taeil eks NCT dan dua terdakwa lainnya adalah seorang turis perempuan asal Tiongkok.
Taeil eks NCT dan dua terdakwa lainnya kemudian dengan sengaja menyeret korban yang berada dalam keadaan mabuk ke sebuah vila pribadi dan secara bergiliran melakukan tindakan pemerkosaan.
Yang lebih mengejutkan, pesan percakapan grup antara Taeil eks NCT dan dua terdakwa lainnya menunjukkan indikasi tindakan yang direncanakan, termasuk upaya untuk mengelabui pelacakan dengan memanipulasi titik keberangkatan taksi.
Detail mengerikan ini semakin memperkuat tuduhan terhadap Taeil eks NCT dan dua derdakwa lainnya.
Terungkapnya rincian ini sontak memicu kemarahan publik di berbagai komunitas daring Korea Selatan.
Banyak warganet yang menyampaikan kekecewaan, kemuakan, dan rasa tidak percaya bahwa kejahatan seberat ini melibatkan seorang figur publik yang dikenal banyak orang.
Kasus ini banyak disamakan dengan skandal kriminal besar lain di industri hiburan, menyoroti urgensi pembenahan sistem perlindungan hukum dan etik di dunia selebritas Korea Selatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Taeil eks NCT dijatuhi hukuman 3,6 tahun penjara atas tuduhan pemerkosaan berat.
Selain itu, Taeil eks NCT bersama dua terdakwa lain diwajibkan mengikuti program rehabilitasi kekerasan seksual selama 40 jam.
Taeil eks NCT juga dilarang bekerja di sektor yang berhubungan dengan anak dan remaja selama lima tahun, serta harus terdaftar sebagai pelaku kekerasan seksual.
(Geumie)
Editor : Jelo Sangaji