Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unggahan Choi Siwon Picu Tudingan Islamofobia, Netizen Soroti 'Kemunafikan' Duta UNICEF

Geumerie Ayu • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:15 WIB

Unggahan choi siwon picu tudingan islamofobia, netizen soroti kemunafikan duta unicef.
Unggahan choi siwon picu tudingan islamofobia, netizen soroti kemunafikan duta unicef.
LombokPost – Nama Choi Siwon, anggota superstar Super Junior sekaligus Duta UNICEF, kembali mendominasi trending topic media sosial.

Namun, kali ini bukan karena proyek musik atau comeback akting, namun karena unggahan Instagram Story Choi Siwon yang memicu tuduhan Islamofobia, dan menyoroti standar ganda (ganda) public figure dalam menyuarakan isu kemanusiaan.

Semua bermula dari unggahan Choi Siwon di Instagram Story yang membagikan ulang video dari akun Kristen.

Video yang dibagikan ulang Choi Siwon tersebut berjudul “Umat Kristen Nigeria menolak untuk melepaskan iman mereka setelah kaum Islamis membakar gereja mereka hingga rata dengan tanah”

Meskipun Choi Siwon mungkin bermaksud menyuarakan solidaritas bagi komunitas yang teraniaya, banyak netizen dan aktivis segera menilai konten itu berbahaya.

Unggahan Choi Siwon tersebut dianggap tidak hanya berpotensi menebarkan kebencian antar umat beragama, tetapi juga memperkuat stereotip negatif yang menyamaratakan seluruh umat Muslim dengan aksi ekstremis.

Reaksi keras bermunculan, menuduh Choi Siwon memilih narasi yang provokatif dan berpotensi memecah belah.

Titik balik utama dalam kontroversi ini terletak pada jabatan Choi Siwon sebagai Duta UNICEF.

Netizen dan publik secara luas menyoroti apa yang mereka sebut sebagai 'kemunafikan Siwon', sebuah kritik tajam yang membandingkan sikapnya yang vokal pada satu isu, tetapi bungkam pada tragedi lain yang jauh lebih besar.

Salah satu perbandingan yang paling banyak dibicarakan adalah sikap diam Choi Siwon terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

"Mengaku duta UNICEF, tapi diam saja soal anak-anak di Gaza," tulis seorang pengguna di komunitas online.

Korban utama dalam konflik yang sedang berlangsung di Gaza adalah anak-anak, kelompok yang secara spesifik harus dilindungi dan disuarakan oleh seorang Duta UNICEF.

Sikap ini diperparah ketika publik membandingkan lagi Choi Siwon bersuara tentang gereja di Nigeria, tetapi bungkam soal penghancuran gereja-gereja oleh Israel di Palestina.

Kritik ini melahirkan pertanyaan serius, Apakah seorang figur publik selektif dalam menyuarakan keprihatinan kemanusiaan?

Komentar lain menyoroti aspek bisnisnya.

“Dia mencemooh umat Muslim, tapi tetap meraup untung besar dari negara Muslim.”

Sehari setelah kontroversi meluas, Choi Siwon mengeluarkan permintaan maaf melalui platform obrolan penggemar.

Namun, alih-alih meredakan situasi, permohonan maaf Choi Siwon itu justru dianggap tidak tulus dan sekadar upaya 'damai' untuk meredam situasi.

Kata-kata yang digunakan Choi Siwon dinilai 'munafik' karena tidak secara eksplisit mengakui atau meminta maaf atas potensi Islamofobia dalam unggahannya.

Kemarahan yang memuncak terhadap Choi Siwon ini kini telah berubah menjadi aksi nyata.

Sebuah petisi di Change.org yang menuntut agar Choi Siwon dikeluarkan dari Super Junior telah dibuat dan berhasil mengumpulkan lebih dari 4.190 tanda tangan dalam waktu singkat, dengan jumlah yang terus bertambah.

 Baca Juga: Mengagumi Inovasi Teknologi Modern Pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang Meningkatkan Efisiensi dan Keselamatan

Editor : Kimda Farida
#islamofobia #super junior #choi siwon #unggahan #Instagram Story #unicef