Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebencian Ibu Kandung Bentuk Obsesi Ed Gein Pada Mayat di Serial Monster: The Ed Gein Story

Geumerie Ayu • Selasa, 21 Oktober 2025 | 04:00 WIB

Kebencian ibu kandung bentuk obsesi ed gein pada mayat di serial monster: the ed gein story
Kebencian ibu kandung bentuk obsesi ed gein pada mayat di serial monster: the ed gein story
Lombok Post – Jauh  sebelum Ed Gein menjadi Monster yang merampok makam dan membunuh wanita, ia adalah seorang putra yang hancur oleh kebencian ekstrem ibu kandungnya, Augusta Gein.

Serial Netflix Monster: The Ed Gein Story secara brutal mengungkap trauma masa kecil ini sebagai fondasi kejahatan Gein yang paling mengerikan.

Aktor pemeran Ed Gein, Charlie Hunnam, membongkar bagaimana hubungan patologis ini membentuk segalanya tentang karakter Gein, bahkan suara yang ia gunakan.

 Baca Juga: 4 Alasan Kuat Mengapa Drama Love's Ambition Wajib Ditonton

Kisah kelam Ed Gein dimulai ketika ia secara tak sengaja membunuh saudaranya, Henry.

Meskipun Ed berhasil menutupi jejak dengan api, kematian Henry justru merusak hubungan Ed Gein dengan Augusta yang sudah rapuh.

"Kebencian Augusta membentuk keretakan yang berkepanjangan yang mendefinisikan hampir semua hal tentang Ed," ujar Hunnam.

Ed Gein tumbuh dalam isolasi total, menciptakan realitas dan persona palsu untuk bertahan hidup.

Yang paling mengejutkan, suara aneh yang dipilih Hunnam untuk Ed Gein ternyata adalah kepura-puraan, hasil dari trauma.

"Itu adalah persona ini, karakter inilah yang ia perankan karena ibunya sangat menginginkan seorang anak perempuan, dan ia dikaruniai seorang anak laki-laki."

Hunnam bahkan mengungkapkan kekejaman sang ibu di mana Augusta pernah berkata: "Seharusnya aku mengebirimu saat lahir"

Hunnam berhasil melacak dan mendengarkan rekaman audio Ed Gein sendiri saat penangkapan, rekaman yang tidak pernah dirilis karena polisi gagal membacakan hak Miranda.

Rekaman inilah yang menginspirasi interpretasi suara Ed Gein yang tersendat-sendat.

Setelah Augusta Gein meninggal, rasa rindu Ed Gein mendorongnya menggali makam ibunya.

Kegagalan ini mengarahkan Ed Gein pada obsesi yang lebih jauh: merampok makam orang lain.

Ed Gein menggunakan kulit dan bagian tubuh kering untuk membuat furnitur, lampu, hingga laci berisi organ intim wanita—gambaran paling mengganggu yang mendefinisikan terornya.

Kematian Augusta Gein bukan hanya meninggalkan Ed ein sendirian; tetapi juga secara resmi melepaskan monster yang dibentuk oleh kebencian ibu kandungnya ke dunia.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#serial #ed gein #ibu kandung #obsesi #kebencian #Mayat #Monster The Ed Gein Story