Sayangnya, reaksi negatif ini bukan hanya tentang kualitas film, tetapi juga terkait drama kontroversial di balik layar yang tampaknya terus membayangi waralaba ini.
Waralaba Scream yang dikenal dengan kecerdasan meta-nya dan pembunuhan berdarah, kini kembali dan harus hidup dalam bayang-bayang gejolak internal yang serius.
Sejak lama, "Scream 7" telah menjadi topik hangat, terutama setelah Melissa Barrera dipecat pada November 2023.
Pemecatan ini dipicu oleh postingan aktris tersebut di Instagram mengenai perang Israel-Hamas, di mana ia merujuk pada "pembersihan etnis" terhadap rakyat Palestina dan menyatakan bahwa Gaza "diperlakukan seperti kamp konsentrasi".
Pihak studio, Spyglass, segera mengeluarkan pernyataan tegas, menolak "antisemitisme atau hasutan kebencian dalam bentuk apa pun," termasuk "referensi palsu tentang genosida, pembersihan etnis, distorsi Holocaust, atau apa pun yang secara terang-terangan melewati batas menjadi ujaran kebencian".
Barrera, yang menegaskan bahwa komentarnya bukanlah ujaran kebencian, mengatakan ia telah berdamai dengan insiden tersebut.
Konsekuensi dari pemecatan ini sangat besar. Jenna Ortega, bintang pendamping Barrera yang berperan penting dalam dua film terakhir, segera mengundurkan diri.
Meskipun ada spekulasi tentang konflik jadwal dengan "Wednesday," Ortega mengklarifikasi bahwa kepergiannya terkait erat dengan situasi Barrera.
"Persoalan Melissa sedang terjadi dan semuanya berantakan."
Bahkan sutradara yang baru, Christopher Landon, sampai mengundurkan diri, menyebutnya "pekerjaan impian yang berubah menjadi mimpi buruk."
Kini, dengan dirilisnya trailer, seruan untuk boikot pun langsung menggema.
"Boikot Scream 7 dan dukung Scary Movie 6," kritik @sandlerverse di X.
Di luar isu politik, banyak penggemar juga mengkritik trailer tersebut karena alasan yang lebih mendasar, filmnya terlihat kurang bagus.
Kritik yang paling menonjol adalah dugaan alur cerita yang berulang-ulang, yang disorot oleh beberapa pengguna media sosial.
"Beberapa pengguna media sosial menyoroti alur cerita berulang di bagian tengah trailer, yang 'terlihat seperti film yang akan diolok-olok oleh film-film 'Scream','" tulis @evildeadburn di X.
Bahkan ada yang menyebut film ini terasa seperti parodi murahan.
"'Scream 7' tampak seperti film olok-olokan yang akan mereka iklankan di dunia yang leluconnya adalah 'percaya nggak sih orang-orang nonton film sampah ini?'" kritik @therimjobreaper.
Di tengah kekacauan ini, Scream 7 berusaha memperbaiki keadaan dengan membawa kembali nama-nama besar dari masa kejayaannya.
Yang paling menarik perhatian adalah kembalinya Neve Campbell sebagai Sidney Prescott, yang absen dari Scream VI karena perselisihan gaji.
Selain itu, para aktor yang karakternya sudah tewas di film sebelumnya, David Arquette, Matthew Lillard, dan Scott Foley, juga menandatangani kontrak untuk kembali, bersama dengan penulis asli, Kevin Williamson, yang kini menjabat sebagai sutradara.
Meskipun kembalinya para legenda ini merupakan nilai tambah, hal itu juga menyoroti sifat repetitif dari alur cerita film tersebut.
Padahal, konsistensi "Scream" selama ini dinilai sangat baik, dengan film-film sebelumnya selalu dianggap minimal lumayan.
Jika "Scream 7" mendapatkan reaksi yang sama buruknya saat dirilis seperti trailer pertamanya, hal ini akan menjadi anomali besar bagi waralaba yang dicintai ini, dan bukti nyata dari produksi yang benar-benar bermasalah.
Film ini akan menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan para penonton bahwa Ghostface layak untuk disambut kembali, di tengah sorotan boikot dan tudingan kualitas yang buruk.
Editor : Kimda Farida