Film aksi terbaru The Rip, yang dibintangi dua peraih Oscar Ben Affleck dan Matt Damon, menjadi potret nyata perubahan lanskap industri perfilman global. Alih-alih tayang di layar lebar, film berbiaya hampir USD 100 juta itu justru mendarat di platform streaming Netflix.
Mengutip ulasan theguardian.com, film dengan skala besar, penuh adegan aksi, dan dibintangi nama besar seperti The Rip seharusnya menjadi tontonan bioskop utama. Namun, realitas industri saat ini membuat film ber-rating R tanpa basis waralaba atau IP terkenal nyaris mustahil mendapat lampu hijau dari studio besar.
Netflix disebut sangat bernafsu mewujudkan proyek ini. Bahkan, platform streaming tersebut bersedia menyesuaikan sistem pembayarannya agar Affleck dan Damon bisa menerapkan skema Artists Equity, yakni sistem bagi hasil yang memberi bonus kepada seluruh pemain dan kru jika film tampil sukses.
Film ini disutradarai Joe Carnahan, sineas spesialis film aksi yang dikenal lewat Narc (2002) dan The Grey. The Rip sendiri digambarkan sebagai film aksi bergaya awal 2000-an—sederhana, keras, dan maskulin—yang terasa seperti peninggalan era bioskop sebelum dominasi streaming.
Cerita berfokus pada sekelompok polisi Miami yang menemukan simpanan uang ilegal lebih dari USD 20 juta di sebuah rumah pinggiran kota. Konflik utama bukan hanya soal hukum, tetapi soal kepercayaan dan godaan untuk “mengamankan” uang tersebut bagi diri sendiri.
Menurut theguardian.com, daya tarik utama film ini terletak pada chemistry alami Affleck dan Damon, yang mampu memberi nuansa manusiawi pada cerita aksi yang sebenarnya cukup klise. Meski demikian, film ini juga dikritik karena menyisihkan karakter perempuan dan terlalu menonjolkan pendekatan maskulin klasik.
Di tengah banjir film blockbuster Januari yang biasanya diisi tontonan ringan ala Gerard Butler atau Jason Statham, kehadiran The Rip di layar kecil justru menegaskan satu hal: film mahal kini tak selalu milik bioskop.
The Rip mungkin bukan film yang akan lama diingat, namun ia menjadi simbol era baru—ketika layar kecil menjadi panggung utama bagi bintang besar Hollywood.
Editor : Marthadi