Sejak pertama kali menggebrak layar perak pada tahun 2017, waralaba Danur Universe ini telah menjadi salah satu pilar horor paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir di tanah air.
Kisah Danur Universe ini tidak hanya tentang teror mistis, tetapi juga tentang perjalanan karier sang pemeran utama, Prilly Latuconsina.
Memerankan sosok Risa Saraswati selama hampir sepuluh tahun, Prilly mengaku film Danur Universe ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi hidupnya.
Prilly telah tumbuh bersama karakter Risa sejak film pertama Danur: I Can See Ghost (2017), diikuti oleh Danur 2: Maddah (2018), hingga Danur 3: Sunyaruri (2019).
Dalam konferensi pers terbaru, Prilly mengungkapkan betapa krusialnya peran ini dalam membentuk karier perfilmannya.
“Danur sangat berperan penting untuk karier saya di film,” ujar Prilly, yang sempat berada dalam fase penyangkalan saat mengetahui bahwa perjalanan panjang ini benar-benar harus mencapai titik akhir.
Menariknya, film penutup ini menjanjikan level kengerian yang jauh melampaui seri sebelumnya. Prilly membagikan pengalamannya saat pertama kali membedah naskah dan menemukan deretan adegan ekstrem.
Prilly sempat terkejut dengan naskah yang mencantumkan adegan kepala putus hingga adegan di dalam peti mati.
“Pas baca skrip pertama kali, reaksinya ‘astagfirullah, ini gimana syutingnya?’," ungkap Prilly.
Meski penuh tantangan fisik dan mental, Prilly antusias mengeksplorasi kemampuan akting yang belum pernah ia lakukan sebelumnya demi memberikan suguhan terbaik bagi penonton.
Melansir informasi dari kanal YouTube resmi MD Pictures dan akun Instagram @danurmovie, film Danur: The Last Chapter ini telah meluncurkan poster serta trailer resminya.
Danur: The Last Chapter dijadwalkan akan meneror bioskop tepat pada momen Lebaran 2026.
Film ini bukan sekadar penutup sebuah franchise horor populer, melainkan sebuah bab akhir emosional dari keterikatan antara Prilly Latuconsina, karakter Risa, dan jutaan penonton yang telah setia mengikuti perjalanan mereka selama bertahun-tahun.
Editor : Redaksi Lombok Post