Lonjakan kedatangan wisatawan mancanegara, yang didominasi oleh penggemar BTS (ARMY) menjelang konser akbar 21 Maret di Seoul, membuat aula kedatangan Terminal 2 tampak seperti pasar tumpah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar mengenai citra pariwisata Korea Selatan. Para pelancong melaporkan waktu tunggu di imigrasi mencapai 1 hingga 2 jam, jauh dari standar layanan kelas dunia yang selama ini dibanggakan Incheon.
Kemacetan ini disinyalir memburuk pasca perpindahan operasional Asiana Airlines dari Terminal 1 ke Terminal 2 pada pertengahan Januari lalu.
Pemantauan internal menunjukkan bahwa selama periode libur panjang, rata-rata waktu proses imigrasi warga asing mencapai 1 jam 54 menit atau naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Seorang wisatawan asing berinisial ‘A’ yang tiba dari Paris menggambarkan suasana Terminal 2 sangat tidak kondusif.
"Aula kedatangan sangat ramai, antrean seolah tak berujung. Saya butuh dua jam hanya untuk keluar dan akhirnya ketinggalan bus," ujarnya dengan nada frustrasi dilansir dari Allkpop.
Hal senada disampaikan pelancong berinisial ‘B’, yang menyebut situasi di lokasi sangat kacau dengan ratusan orang saling dorong tanpa arahan petugas yang memadai.
Investigasi di lapangan mengungkap bahwa akar permasalahan terletak pada kurangnya personel di bawah Kementerian Kehakiman.
Meski Terminal 2 memiliki 52 loket imigrasi, tingkat pemanfaatannya hanya berkisar 30-50 persen. Pada jam sibuk antara pukul 17.00 hingga 19.00, seringkali hanya 3-4 loket yang dibuka untuk melayani ribuan penumpang asing.
Dampaknya merembet ke area pengambilan bagasi. Karena penumpang tertahan lama di imigrasi, koper-koper menumpuk dan meluap di konveyor lantai satu, menciptakan kebingungan massal bagi penumpang yang baru saja lolos dari pemeriksaan paspor.
"Jumlah penumpang terus meningkat pascapandemi dan menjelang acara besar seperti konser BTS, namun jumlah petugas kami tidak bertambah," aku seorang pejabat kementerian.
Baca Juga: Bukan Sekadar Idol K-Pop, SUGA BTS Jadi Penulis Buku 'MIND Program' untuk Terapi Musik Anak Autisme
Diketahui, permintaan tambahan 276 petugas hanya disetujui sebanyak enam orang oleh kementerian terkait.
Situasi ini menjadi ironi mengingat Presiden Lee Jae Myung telah menetapkan target ambisius untuk menyambut 30 juta wisatawan asing per tahun pada 2029.
Kritikus memperingatkan bahwa tanpa perbaikan sistem kedatangan, Bandara Incheon berisiko memberikan kesan pertama yang buruk bagi dunia.
Sesuai rekomendasi ICAO, proses dari mendarat hingga keluar bandara idealnya tidak lebih dari 45 menit.
Incheon sendiri menargetkan waktu 40 menit, namun realita di lapangan saat ini justru berbanding terbalik.
Menghadapi puncak kedatangan fans BTS untuk acara di Gwanghwamun Square esok lusa, pihak otoritas bandara menyatakan tengah berupaya mendistribusikan parkir pesawat secara lebih merata dan mengerahkan sukarelawan tambahan.
Namun, bagi ribuan ARMY yang sedang dalam perjalanan, Bandara Incheon kini menjadi ujian kesabaran pertama sebelum mereka bisa melihat sang idola.
Baca Juga: BTS Bakal Gelar Konser Eksklusif 'Swimside' Bareng Spotify di New York
Editor : Redaksi Lombok Post