Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lautan Ungu Konser 'ARIRANG' BTS di Gwanghwamun

Geumerie Ayu • Minggu, 22 Maret 2026 | 06:30 WIB

Jalanan kafe di dekat Gwanghwamun dipenuhi para penggemar BTS yang akan menonton konser.
Jalanan kafe di dekat Gwanghwamun dipenuhi para penggemar BTS yang akan menonton konser.

LombokPost – Tepat pukul 20.00 KST malam ini (21/3), sorak sorai memekakkan telinga memecah udara di Gwanghwamun Square saat ketujuh anggota BTS muncul di panggung comeback grup lengkap pertama mereka setelah hampir empat tahun vakum lantaran menjalankan wajib militer (wamil).

Kawasan jantung kota Seoul tersebut seketika bermandikan cahaya ungu dari ribuan light stick BTS (ARMY Bomb), menciptakan pemandangan spektakuler yang menyerupai lautan galaksi.

Penggemar BTS dari berbagai belahan dunia, yang telah menjaga "pos strategis" sejak subuh, tampak histeris.

Bahkan, banyak di antara mereka yang mengenakan Hanbok sebagai bentuk penghormatan terhadap tema album terbaru, "ARIRANG".

Dilansir dari Yonhap News, berdasarkan data real-time Pemerintah Metropolitan Seoul, hingga pukul 20.00, sekitar 40.000 hingga 42.000 orang telah memadati area Gwanghwamun dan Deoksugung, dengan tingkat kepadatan yang diklasifikasikan sebagai 'ramai'.

Namun, pihak penyelenggara (HYBE) memiliki estimasi yang lebih luas. Berdasarkan data pergerakan dari tiga operator telekomunikasi besar serta pengunjung asing, diperkirakan sebanyak 104.000 orang berkumpul di sekitar lokasi.

Meskipun angka ini masih di bawah perkiraan awal kepolisian yang mencapai 260.000 orang, kepadatan di area inti tetap membuat petugas bekerja ekstra keras.

Demi menjamin keselamatan di tengah tingginya tensi global, sekitar 15.000 personel yang terdiri dari polisi, pemadam kebakaran, dan pejabat publik disiagakan dalam status waspada tinggi.

Penjagaan dilakukan dengan sistem empat zona, yakni zona Inti, Panas, Hangat, dan Dingin.

Akses masuk ke alun-alun hanya dibuka melalui 31 gerbang yang dilengkapi detektor logam. Prosedur ini sangat ketat, polisi bahkan menyita barang-barang seperti gunting, korek api, hingga pisau dapur yang ditemukan dari tas warga.

Menariknya, mayoritas petugas yang dikerahkan adalah polisi wanita, mengingat mayoritas penonton adalah perempuan.

"Keamanan adalah prioritas 100%. Kami memasang barikade bus polisi tiga lapis di jalan-jalan utama untuk menghalangi potensi ancaman kendaraan," ujar salah satu pejabat kepolisian di lokasi dikutip dari Yonhap News.

Ketatnya pengamanan sempat menimbulkan protes dari warga lokal. Akses ke 31 gedung di sekitar lokasi, termasuk Museum Sejarah Nasional Korea, ditutup total untuk mencegah penonton naik ke atap yang berisiko kecelakaan.

Di sisi lain, perjuangan ARMY tanpa tiket juga tak kalah sengit. Mereka memadati trotoar di depan gedung Kyobo Life Insurance dan gedung KT, berdiri selama berjam-jam hanya untuk melihat idola mereka melalui layar LED raksasa.

"Terlalu banyak orang, tapi atmosfernya luar biasa. Saya menangis saat melihat mereka bertujuh kembali bersama," ujar seorang penggemar yang gagal masuk ke zona resmi.

Hingga pukul 23.00 KST, ruas jalan utama seperti Sejong-daero, Sajik-ro, dan Yulgok-ro masih ditutup sepenuhnya.

Bagi penonton yang ingin pulang, layanan kereta bawah tanah di Stasiun Gwanghwamun (Jalur 5), Balai Kota (Jalur 1 & 2), dan Gyeongbokgung (Jalur 3) akan mulai beroperasi kembali secara intensif mulai pukul 22.00 KST untuk mengurai massa.

Konser bertajuk 'BTS THE COMEBACK LIVE ARIRANG' ini tidak hanya menjadi ajang musik, tetapi juga pembuktian kekuatan budaya Korea Selatan di hadapan dunia melalui siaran langsung global di Netflix.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#lautan ungu #bts #Arirang #Gwanghwamun #konser bts #army #netflix