MATARAM-Siapa sangka, gempa besar beruntun yang mendera Lombok, justru membuat penasaran para ahli dan peneliti. Dipastikan hal tersebut akan menjadi salah satu bahasan dalam Asia Pasific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019.
APGN ini sendiri akan digelar pada Agustus-September tahun ini. Bakal diikuti para ahli dari seluruh dunia. Dan dipastikan sedikitnya akan dihadiri 1.000 delegasi.
“Ini yang akan menjadi keunikan tersendiri dari Geopark Rinjani,” kata Bappeda NTB H Ridwansyah, kemarin (25/3).
Ridwan menyebutkan, semula memang banyak yang mempertanyakan, apakah event APGN 2019 ini akan tetap digelar atau tidak di Lombok. Mengingat, Gunung Rijani hingga saat ini belum dipastikan apakah pendakiannya bisa dibuka atau tidak menyusul gempa beruntun.
Namun, keraguan itu ditepis Ridwan. Sebab, APGN ini, pusat kegiatannya akan berada di Kota Mataram, bukan di Kawasan Geopark Rinjani. Memang akan ada peninjauan dan studi lapangan. Namun, dipastikan, hal itu hanya akan sampai Sembalun, Lombok Timur, saja.
“Yang pasti, para ahli dan peserta yang hadir dalam simposium sangat tertarik untuk meneliti segala aktivitas yang berkaitan dengan Taman Nasional Gunung Rinjani,” kata Ridwan.
Terkait persiapan saat ini, Ridwan menyebutkan, pihaknya sudah memulai pembentukan kepanitiaan untuk pendaftaran peserta. Sekda NTB H Rosiady Sayuti menjadi ketua panitia. Dibantu tiga wakil terdiri dari General Manajer Geopark Rinjani H Chairul Mahsul, Kadis Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal, dan dirinya.
Direncanakan, Pemprov NTB akan menggelontorkan dana hingga Rp 12 miliar untuk menyukseskan symposium ini. Anggaran tersebut tersebar di beberapa OPD seperti seperti Dinas Pariwisata, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga di Bappeda NTB.
Salah satu infrastruktur yang paling penting untuk mendukung kegiatan simposium adalah Pusat Informasi Geologi (PIG). Berfungsi memberikan informasi kegeologian kepada masyarakat luas. Termasuk wisatawan domestik dan mancanegara serta utamanya untuk peserta simposium.
“Itu juga yang sedang kita persiapkan sekarang,” kata Ridwan.
Pusat PIG itu rencananya akan dibangun di Cemara Siu, Sembalun Lawang. Selain itu akan ada pula di Museum Negeri NTB.
Untuk memastikan hal-hal yang berhubungan dengan APGN 2019, Ridwan menjelaskan jika hari ini empat profesor ahli geopark dan perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM, dijadwalkan datang hari ini ke NTB untuk melihat kesiapan daerah. (yun/r8)
Editor : Administrator