MATARAM-Pendakian Rinjani masih menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, berdasarkan data yang masuk sampai 30 Juni, 1.335 orang melakukan pendakian ke Rinjani. Terdiri darin80 persen wisatawan mancanegara dan 20 persen domestik.
“Kebanyakan yang wisatawan asing ini berasal Eropa,” terangnya, saat dihubungi, kemarin (1/7).
Terkait perkembangan empat jalur pendakian, Sudiyono menjelaskan sejauh ini Sembalun dan Senaru masih jadi primadona. Kuota di kedua jalur pendakian itu setiap harinya selalu sold out. Sebelumnya, Balai TNGR telah menetapkan pembatasan kuota, Sembalun dan Senaru masing-masing 150 pendaki setiap hari. Sementara, jalur pendakian Aik Berik dan Timbanuh masing-masing 100 pendaki setiap hari.
“Kalau pintu Aik Berik dan Timbanuh, memang ada yang mau mendaki tetapi masih kurang peminat,” ujarnya.
Hal ini tetap akan dievaluasi oleh Balai TNGR. Memang pada awalnya, jalur pendakian Timbanuh dan Aik Berik bersifat alternatif. Namun ke depan pihaknya tetap ingin melakukan promosi agar kedua jalur pendakian itu sama seperti Sembalun dan Senaru. Selain itu, masih kurangnya wisatawan memilih kedua jalur karena Trekking Organizer (TO) masih sedikit. Jumlahnya pun bisa dihitung jari.
Menurutnya, ada korelasi antara jumlah TO dengan jumlah pendaki. Karena TO inilah yang selalu aktif mempromosikan Rinjani. Disisi lain, Balai TNGR tidak bisa memaksakan TO harus memakai jalur-jalur tertentu. Meski kondisi alam jalur Timbanuh dan Aik Berik masih sangat alami, tetapi ternyata itu tidak menjadi jaminan bisa diminati wisatawan.
“Ini tetap akan menjadi PR kita untuk promosi lebih gencar lagi,” tandasnya.
Manager Geowisata dan Trekking Taman Bumi Rinjani Budi Karyawan menambahkan, belum populernya jalur pendakian Aik Berik dan Timbanuh, karena keduanya adalah alternatif yang baru dibuka pada November 2018. Untuk mengakomodir belum dibukanya pintu Sembalun dan Senaru waktu itu. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan promosi dengan membuka kuota yang tak jauh beda, agar dari langkah ini wisatawan bisa lebih mengenal Rinjani dari sudut yang lain.
“Jalurnya memang agak sedikit berbeda yang dua populer itu tetapi pesona alamnya tak kalah indah, Timbanuh menghadirkan savana luas, Aikberik banyak mata air dan sungai,” pungkasnya. (yun/r5)
Editor : Administrator