Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Gula Melonjak, Disdag NTB Gelar Operasi Pasar

Redaksi Lombok Post • Selasa, 10 Maret 2020 | 15:07 WIB
OPERASI PASAR: Warga membeli beras dan gula di operasi pasar yang digelar Disdag NTB  bersama PT SMS, di kantor Lurah Bertais, Kota Mataram, kemarin (9/3).
OPERASI PASAR: Warga membeli beras dan gula di operasi pasar yang digelar Disdag NTB bersama PT SMS, di kantor Lurah Bertais, Kota Mataram, kemarin (9/3).

MATARAM-Gejolak kenaikan harga gula berusaha ditekan Dinas Perdagangan (Disdag) NTB. Caranya dengan menggelar operasi pasar (OP) di Kelurahan Bertais, Kota Mataram.


”Senang (ada OP), soalnya harga-harga naik semua sekarang,” kata Inaq Farida, warga Bertais yang datang berbelanja di OP itu.


                Baginya, OP sangat membantu ibu rumah tangga yang kewalahan setiap harga naik. ”Soalnya murah harganya, terjangkau,” katanya.


                Harga gula pasir di tempatnya sudah tembus Rp 18 ribu, sementara minyak goreng ukuran 900 mililiter mencapai Rp 14 ribu. Di operasi pasar dia bisa mendapatkan minyak dengan harga lebih murah.


                Pantuan Lombok Post di lokasi, warga menyerbu OP tersebut. Hanya dalam beberapa jam, gula dan minyak goreng habis terjual. Gula pasir dijual Rrp 12 ribu, di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 12,5 ribu per kg. ”Minyak goreng juga harganya Rp 12 ribu,” kata Kepala Disdag NTB Hj Putu Selly Andayani.


                Selly menjelaskan, OP itu menggandeng PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS), perusahaan gula yang beroperasi di NTB. ”Kita ingin tekan harga gula yang melonjak hingga Rp 16 ribu, jauh di atas HET,” katanya.


                Gula-gula di pasar modern sudah kosong. Sebab mereka mengambil gula dari pabrik-pabrik di Pulau Jawa. Di NTB PT SMS yang beroperasi di Kabupaten Dompu. Namun dalam tiga bulan terakhir mereka tidak berproduksi karena bahan baku habis. ”Akhirnya izin impor raw sugar keluar, sekarang sudah berproduksi,” katanya.


                Dia pun menggandeng PT SMS untuk menjual gula langsung ke masyarakat. ”Kita gelar OP seminggu berturut-turut se-NTB,” katanya.


                Setiap OP, perusahaan mendroping 500 kg gula di tiap titik. Lokasi yang dipilih adalah permukiman padat penduduk. Setiap warga hanya boleh membeli maksimal 5 kg gula. ”Ini untuk mengantisipasi tidak dijual lagi,” katanya.


                Dia menegaskan, sasaran OP adalah konsumen akhir, bukan konsumen perantara atau pedagang. ”Mudahan harga gula bisa kita tekan terus,” katanya. (ili/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#operasi pasar #NTB #Harga Gula #Gula Pasir