“PLTU ini berkapasitas 2 x 50 Mega Watt,” kata Manager Proyek PLTU Sambelia Edo Agung Wibowo, kemarin (28/6/2020).
Edo mengatakan, PLTU Sambelia berbahan bakar batubara. Listrik yang dihasilkan PLTU ini nantinya akan interkoneksi dengan dua jalur utama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yakni SUTT Pringgabaya dan SUTT Bayan.
“Secara umum sudah 39 persen. Beberapa tahapan konstruksi masih terus dikerjakan baik elektrikal maupun mekanikal,” kata.
Edo tak menampik bahwa aktivitas pekerjaan di lokasi sempat terkendala karena pandemi Covid-19. Namun PLN telah beradaptasi dengan kondisi tersebut. Salah satunya dengan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai instruksi perusahaan dan imbauan pemerintah. Hal tersebut dikarenakan aktivitas pembangunan harus tetap berjalan sesuai jadwal. Terlebih lagi PLTU Sambelia ini merupakan salah satu program 35.000 MW pemerintah.
“Menghadapi new normal, aktivitas pekerjaan di lokasi proyek menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan kerja,” kata Edo.
Antara lain seperti pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan waktu kerja, penggunaan masker, dan juga penyediaan fasilitas cuci tangan di seluruh area kerja. Tidak hanya berlaku bagi pekerja, tetapi juga bagi pengunjung yang diberikan akses masuk.
Jika tak ada aral melintang, pembangunan PLTU Sambelia dijadwalkan tuntas tahun depan. Rencananya sudah akan interkoneksi dengan sistem kelistrikan Lombok pada pertengahan 2021.
“Kami optimis untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTU Sambelia ini,” kata Edo.
Target Commercial Operation Date sudah semakin dekat. Harapan pihaknya, dengan selesainya pembangunan pembangkit ini, perekonomian di NTB lebih meningkat lagi karena kebutuhan listriknya semakin tercukupi. (kus/r6) Editor : Baiq Farida