Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak Korona, Konsumsi Listrik Industri di NTB Turun, Pemakaian Rumah Tangga Naik

Administrator • Kamis, 2 Juli 2020 | 01:16 WIB
PEMASANGAN DAYA: Petugas PLN Wilayah NTB  menunjukkan kWh meter yang akan dipasang di rumah warga.
PEMASANGAN DAYA: Petugas PLN Wilayah NTB menunjukkan kWh meter yang akan dipasang di rumah warga.
MATARAM-Selama pandemi covid-19, konsumsi daya listrik berkurang 30 Megawatt (MW).  Menurunnya konsumsi listrik disebabkan lesunya sektor industri pariwisata. ”Kalau konsumsi rumah tangga sebetulnya mengalami kenaikan,” kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB Taufik Dwi Nurcahyo, Rabu (30/6).

Taufik menyebut, beban puncak sistem Lombok awal Maret lalu 255 MW. Tapi selama pandemi turun menjadi 225 MW, berkurang 30 MW. ”Sekarang sudah mulai naik menjadi 235 MW, tapi belum ke posisi awal,” katanya.

Dalam kondisi normal beban puncak sistem Lombok mencapai 255 MW. Konsumsi listrik bisa kembali ke posisi itu bila industri pariwisata sudah menggeliat lagi.

Diperkirakan, konsumsi listrik akan kembali naik setelah new normal. Karena itu PLN tengah bersiap-siap. ”Saat semua mulai kerja, PLN akan siap untuk pasokan dayanya,” katanya.

Ia menyebut, PLN sistem Lombok masih memiliki cadangan daya 75 MW. Sehingga mereka tidak khawatir ketika ada kenaikan beban lagi. ”75 MW itu sepertiga dari beban Pulau Lombok, jadi cukup besar, dan ke depan PLN tetap jalan untuk penambahan pasokan daya lagi,” katanya.

Menyambut new normal, PLN sudah menyiapkan pelayanan dengan protokol covid-19. Petugas dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), mulai dari petugas meter, dan petugas pemeliharaan di lapangan. ”Semua bekerja sesuai protokol covid-19,” katanya.

Sementara itu, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara Gregorius Adi Triono menyebut, mereka telah membangun infrastruktur kelistrikan berupa pembangkit, transmisi (SUTT), dan gardu induk (GI) di Pulau Lombok dan Sumbawa. ”Proyek ini telah memperkuat sistem kelistrikan Lombok dan Sumbawa,” katanya.

Proyek tersebut antara lain evakuasi daya pembangkit 295 MW, operasi jalur transmisi 1.116,03 KMS, operasi tampak tower 1.859 titik, dan penambahan kapasitas GI 1.050 MVA.

Selain itu, beberapa proyek juga saat ini dalam tahap prakonstruksi. Antara lain, SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong, SUTT 150 kV Mataram-Mantang, dan SUTT 70 kV Taliwang- Maluk. (ili/r5) Editor : Administrator
#Listrik #pln #Dampak Korona