Setiap empat tahun sekali status Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani Lombok dievaluasi Unesco. Jika pengelolaan tidak memenuhi standar yang dibuat Unesco, bukan tidak mungkin gelar itu dicabut.
Status UGG Rinjani-Lombok saat ini berlaku 2018 hingga 2022. Tahun depan tim asesor Unesco akan datang mengevaluasi. Kemudian tahun 2022 akan diumumkan apakah status itu masih layak atau tidak.
Wagub Rohmi tidak ingin status itu lepas. Ia pun mengajak pengurus UGG Rinjani Lombok, Balai Taman Nasional Geopark Rinjani (TNGR) serta pihak-pihak terkait optimal mengelola Rinjani.
Kolaborasi yang baik antara Balai TNGR, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi kunci memelihara kelestarian Rinjani. Kerja sama itu pula yang membuat Rinjani menjadi geopark dunia dan cagar biosfer dunia. ”Saya tidak mau usaha kita untuk memelihara Rinjani ini tidak serius,” tegasnya.
Selain itu, ia berharap keberadaan UGG Rinjani Lombok memberikan dampak kepada masyarakat. Pemberdayaan dan eduksi harus terus dilakukan.
Rapat daring itu diikuti Kepala Balai TNGR Dedy Asirady, pengurus Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani-Lombok, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dan Kadis Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal.
Sekda Gita meminta OPD yang punya tugas dalam pemeliharaan UGG Rinjani-Lombok melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. ”Ini harus terus menerus kita sinergi dan komunikasikan," tutur Lalu Gita.
Ia juga meminta balai TNGR dan pengurus UGG Rinjani-Lombok segera menghubungi pemprov apabila menemui kendala. Dengan begitu, pemeliharaan Rinjani dapat berjalan dengan baik.
Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal menyoroti soal revalidasi standar geopark Rinjani oleh Unesco. Revalidasi sangat penting karena validasi geopark Rinjani dilakukan sejak tiga tahun lalu. ”Perubahan situasi dan kondisi dalam kurun tersebut menjadi alasan utama harus dilakukannya revalidasi,” katanya.
Beberapa kebutuhan revalidasi Unesco tahun 2021 yang wajib dipenuhi. Antara lain, pemenuhan rekomendasi Unesco, penguatan situs geopark terkait atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.
Kemudian penguatan kajian dan edukasi, penguatan jaringan dan kelembagaan. Penguatan pokja dan ekonomi masyarakat, serta penguatan konservasi alam dan budaya. ”Sesegera mungkin revalidasi terhadap apa-apa yang menjadi standar geopark,” katanya.
Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menyatakan komitmen dalam mendukung program pembangunan NTB. Ia menyadari, Rinjani telah menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan di NTB. ”Kami akan senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Dedy mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan dan pelestarian Rinjani. (ili/r5) Editor : Administrator