Sertifikat CHSE, kata Faozal, tidak permanen. Sewaktu-waktu bisa dicabut jika pengelola restoran, hotel, dan destinasi wisata tidak konsisten menjalankan protokol Covid-19. ”Pemantauan dilakukan secara berkala per area seperti kawasan tiga gili,” katanya.
Hingga saat ini, Dinas Pariwisata NTB telah menerbitkan 128 sertifikat kepada hotel, restoran, dan jasa transportasi. Jumlah yang mengajukan sertifikat CHSE sebanyak 240. Tapi yang sudah diberikan sertifikat baru sebagian.
Sisanya 112 permintaan belum diberikan karena hotel mereka belum beroperasi. Tidak ada orang yang melayani, sehingga tidak bisa dinilai untuk mendapatkan sertifikat tersebut. ”Standar utamanya kesiapan SDM dan properti,” katanya.
Properti yang dimaksud seperti penyiapanthermo gun, tempat cuci tangan, penerapan physical distancing, wajib masker, penyemprotan disifektan rutin, dan sebagainya. Khusus untuk event organizer (EO), sertifikat CHSE baru bisa dikeluarkan setelah SOP terkait MICE keluar.
”Yang belum selesai itu travel agent dan EO karena belum selesai SOP MICE sampai sekarang,” katanya.
Pihaknya terus mendorong pengelola destinasi wisata, hotel dan restoran membuat sertifikat CHSE. Sertifikat itu menjadi tanda bahwa lokasi itu layak dikunjungi karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
Ke depan, aspek kemanan dan kesehatan menjadi hal utama dalam pelayanan wisata. Wisatawan, kata Faozal, mau berkunjung ke tempat wisata bila keamanan dari Covid-19 terjamin.
Bahkan saat ini sertifikat CHSE telah menjadi jualan para pelaku wisata. Hal itu menjadi penguat bagi mereka untuk melakukan promosi wisata. ”Kalau tidak punya CHSE bisa jadi pasar akan bertanya terkait kesiapannya,” katanya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa mengatakan, penerapan protokol kesehatan saat ini menjadi kebutuhan industri pariwisata. Pelayanan kepada tamu tidak hanya biasa, tapi mereka dituntut memberikan rasan aman dari virus Korona. ”Pelayanan aspek kesehatan menjadi keharusan saat ini,” katanya.
Pelaku industri saat ini terus berbenah agar ke depan, setelah pandemi selesai mereka sudah sangat siap menyambut kedatangan wisatawan dari luar negeri maupun wisatawan nusantara. (ili/r5)
Editor : Baiq Farida