Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menag Puji Kerukunan Umat Beragama di NTB

Baiq Farida • Kamis, 17 Desember 2020 | 15:14 WIB
PERKETAT ATURAN:  Salah seorang pengunjung terlihat melepaskan sepatunya sebelum masuk ke aula berkunjung di Lapas Mataram, beberapa waktu lalu.
PERKETAT ATURAN: Salah seorang pengunjung terlihat melepaskan sepatunya sebelum masuk ke aula berkunjung di Lapas Mataram, beberapa waktu lalu.
MATARAM-Kerukunan beragama di NTB mendapat pujian dari Menteri Agama Fachrul Razi. "Sudah bukan masalah lagi untuk NTB. Tinggal bagaimana ini bisa menjadi role model untuk nusantara maupun dunia," kata Fachrul Razi dalam kunjungannya ke Mataram, Rabu (16/12/2020).

Fachrul mengatakan, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah lain, ia selalu menceritakan soal NTB. Bagaimana masyarakat dan pemerintahnya mampu dengan baik menjaga kerukunan antar umat beragama.

Salah satu yang selalu diambil contoh adalah Bank NTB Syariah. Meski berlabel syariah yang identik dengan Islam, namun bank daerah ini menerima juga karyawan beragama lain. "Ini yang sering saya ceritakan ke teman-teman di daerah lain," tuturnya.

Kata Fachrul, di Indonesia ada enam agama besar. Sehingga penting untuk terus membangun dan menjaga kerukunan. Kebhinekaan atau keberagaman disebutnya sebagai rahmat. Bukan satu masalah yang menjadi sumber perpecahan.

"Memang ada riak sedikit. Tapi, ini jadi kewajiban kita untuk terus menata dan kemudian memeliharanya dengan baik," ucap jenderal purnawirawan TNI ini.

Provinsi NTB, yang disebut menag bisa menjaga kerukunan umat beragama dengan baik, diharapkan bisa menyebarkannya untuk Indonesia atau bahkan dunia internasional. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang melakukan moderasi beragama. Yang bukan saja menjadi tugas Kementerian Agama, kata Fachrul.

“Moderasi ini mengambil jalan tengah, dari kutub radikal ekstrem dan liberal,” paparnya.

Prinsip dari program tersebut, bukan memoderatkan agamanya. Tapi mengenai cara pandang dalam kehidupan beragama. Serta bagaimana bergaul dengan umat beragama yang berbeda keyakinan atau sesama namun memiliki perbedaan pandangan.

"Setiap orang memang harus merasa agamanya yang paling benar. Tapi, di sisi lain, dia harus menghormati keyakinan orang lain atas agamanya," jelas Fachrul.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, kerukunan umat beragama tak lepas dari peran tokoh agama dan masyarakat. Banyak persoalan pelik di NTB yang bisa dilesaikan dengan baik berkat peran tokoh agama.

"Salah satunya soal korona. Saat pandemi sekarang ini, peran dari tokoh agama sangat besar," kata Zul.

Misalnya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di tingkat kabupaten/kota bisa mengatasi persoalan  beribadah selama masa pandemi. Biasanya salat dengan saf yang rapat, saat pandemi covid diminta untuk menjaga jarak. "Memang tidak mudah, tapi lambat laun bisa segera menyesuaikan dengan baik. Dan ini dilakukan tanpa kegaduhan," tuturnya.

Dalam kunjungannya kemarin, menag meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja di Mataram. Setelah itu, memberikan pengarahan untuk pegawai di Kanwil Kemenag NTB. Sebelum bertolak ke Jakarta, Fachrul sempat juga mengunjungi Islamic Center. (dit/r5)

 

  Editor : Baiq Farida
#KERUKUNAN BERAGAMA #Gubernur NTB H Zulkieflimansyah #Menteri Agama Fachrul Razi