Diawali kunjungan di Lombok Tengah, gubernur yang akrab disapa Dr Zul meninjau langsung beberapa lokasi rumah warga yang terdampak banjir.
Proses evakuasi masih terus berlanjut, sehingga beberapa warga yang dibantu oleh tim Tagana, BPBD, aparat kepolisian dan TNI bahu membahu membersihkan lumpur dan tumpukan sampah akibat banjir.
"Alhamdulillah, kami sudah mengirim tim dari provinsi serta kabupaten setempat. Semua sedang membantu mengevakuasi masyarakat," kata Dr Zul usai menyerahkan bantuan sembako yang diterima Kepala Desa Kuta Mirate.
Mewakili warga, Kepala Desa Kuta Mirate berharap kunjungan sekaligus penyerahan bantuan korban banjir dapat meringankan beban warga.
Usai menyambangi korban banjir di Kuta, gubernur beserta rombongan menuju Desa Sekotong Tengah untuk meninjau warga yang mengalami kondisi yang sama. Kemudian gubernur juga menyerahkan paket sembako yang diterima Kepala Desa Sekotong Tengah Lalu Safarudin.
"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung," kata gubernur mengingatkan warga.
Berdasarkan laporan BPBD NTB, total ada 547 KK yang terdampak langsung banjir yang tersebar di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. Selain itu, terdapat 35 KK di Dusun Lelongken, Desa Sajang, yang masih terisolasi sejak Kamis (28/1). Saat ini, beberapa wilayah di Provinsi NT terdampak bencana banjir karena hujan lebat yang secara intens mengguyur.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Namun terdata 193 rumah terendam di Buwun Mas dan Sekotong Barat, Lombok Barat. Termasuk beberapa rumah warga yang mengalami rusak ringan hingga berat di beberapa daerah lainnya. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti puskesmas di Buwun Mas terendam air.
Saat ini pihak BPBD, Dinas Sosial NTB dan instansi lainnya bersama kabupaten/kota terus intens berkoordinasi di lapangan. Mereka melakukan asesmen serta memberikan berbagai bantuan darurat dan logistik. Sebagian besar di desa yang terdampak air sudah mulai surut dan cuaca mulai membaik.
Meski demikian masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (fLa Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. (ewi/r1) Editor : Administrator