"Rencananya seperti itu, kita minta khusus untuk pelaku wisata," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, Senin (24/5).
Fikri menyebut jajarannya sudah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB terkait vaksinasi untuk pelaku wisata. Katanya beberapa kabupaten yang memiliki destinasi sudah melakukan vaksinasi, dimulai sekitar Maret lalu.
Hanya saja, kebijakan baru dari Kemenkes, membuat vaksinasi pelaku wisata harus ditunda. Yakni dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti lansia. Sebab dari data yang ada, lansia menyumbang kasus angka kematian tertinggi untuk NTB.
Fikri mengatakan, saat ini posisi vaksinasi lansia sudah lebih dari 100 persen. Kabupaten/kota bisa tetap melanjutkan untuk memvaksin lansia, disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada. "Alhamdulillah rata-rata itu sudah 100 persen," ujarnya.
Vaksinasi pelaku wisata, dipastikan Fikri akan berlanjut. Dengan kondisi stok vaksin yang masih diprioritaskan bagi kelompok rentan saat ini, Pemprov akan meminta kuota vaksin khusus untuk pelaku wisata. Sehingga prosesnya bisa berjalan lancar, tanpa mengganggu kebutuhan vaksin di kelompok rentan.
Seiring dengan permintaan vaksin ke pusat, kata Fikri, kabupaten/kota diharapkan bisa melakukan verifikasi data. Terhadap jumlah pelaku pariwisata yang ada. Juga memvalidasi berapa orang yang telah mendapat vaksin. "Itu penting. Jangan sampai nanti kita usulkan ternyata sudah divaksin," tuturnya.
Sementara itu berdasarkan data yang dirangkum, total sasaran vaksinasi pelaku wisata sebanyak 84.591 orang. Tersebar di tujuh kabupaten/kota. Rinciannya, Lombok Tengah (Loteng) 29.614 orang; Lombok Barat (Lobar) 19.166 orang; Dompu 4.470 orang. Kota Mataram 10.842 orang; Lombok Utara (Lotara) 4.479; Sumbawa 2.500 orang; dan Lombok Timur (Lotim) 20.491 orang.
Sasaran tujuh kabupaten/kota ini berkaitan dengan destinasi yang ada. Seperti tiga gili di Lotara, Sembalun Lotim, Cakranegara Kota Mataram, Pulau Moyo Sumbawa, Satonda dan Hu'u Dompu, Kawasan Ekonomi Khusus Loteng, dan Gili di Sekotong Lobar.
Adapun yang sudah tervaksinasi, jumlahnya masih sangat minim. Dan baru dilakukan di tiga lokasi saja. Antara lain, Senggigi Lobar sebanyak 1.322 orang; Pemenang Lotara 1.722 orang; dan Kuta Loteng 815 orang.
Kepala Dispar NTB Yusron Hadi mengatakan, rapat sudah dilakukan bersama kabupaten/kota serta asosiasi pariwisata. Untuk memastikan proses percepatan vaksinasi. "Segera kita lakukan. Mudahan minggu ini bisa percepatan itu," kata Yusron.
Percepatan vaksinasi pelaku wisata, tak lepas dari sejumlah event internasional yang digelar tahun ini. Salah satunya World Superbike, November nanti. Selain memastikan vaksinasi, Dispar juga mengatensi soal transportasi dan akomodasi untuk memiliki sertifikat CHSE.
Mengenai sasaran pelaku wisata, senada dengan Fikri, kata Yusron, validasi data tetap dilakukan. Agar lebih tepat sasaran. "Targetnya bisa semua. Tapi paling tidak bisa 70 persen itu tervaksinasi," pungkas Yusron. (dit/r5)
Editor : Rury Anjas Andita