Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Zero Waste Tumbuhkan Kreativitas Masyarakat Mengelola Sampah

Administrator • Jumat, 2 Juli 2021 | 23:49 WIB
PEREMPUAN BERDAYA: Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (kiri) menerima buket bunga yang diberikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Perwakilan NTB Dessy Adin (kanan) saat menghadiri perayaan Hari Kartini di kantor BPKP Perwakilan NTB, Rabu (21/4/2021). (
PEREMPUAN BERDAYA: Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (kiri) menerima buket bunga yang diberikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Perwakilan NTB Dessy Adin (kanan) saat menghadiri perayaan Hari Kartini di kantor BPKP Perwakilan NTB, Rabu (21/4/2021). (
MATARAM-Sejak program zero waste dicanangkan, kreativitas dan inovasi di tengah masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah terus bermunculan. Baik itu sampah organik maupun sampah non organik. Setidaknya hal ini dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang sampah.

"Salah satunya adalah daur ulang sampah," kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi terkait sosialisasi 3 kelompok dan UMKM, Platform EZIULANG di aula pendopo wagub, Jumat (2/7/2021).

Mengolah dan mendaur ulang sampah ini, sambungnya, merupakan salah satu konsen Pemrov NTB. Termasuk mengolah dan mendaur ulang sampah pampers yang dibuat beranekaragam produk kreatif, seperti pot dan tong sampah. Selain itu, pengelolaan sampah organik menjadi maggot. Karena prosesnya memang mengolah sampah agar menghasilkan nilai ekonomis. "Maggot ini kan dapat menjadi pakan ikan, burung, dan ayam," jelasnya.

Selain itu, konsep EZIULANG yang memproduksi bahan cuci rumah tangga ini dinilai bagus. Meski demikian, Wagub berpesan tetap harus memperhatikan kualitasnya. Penggunaan bahan baku yang tidak membahayakan manusia.

Dari paparan komunitas dan UMKM ini, Ummi Rohmi meminta Dinas LHK agar menularkan konsep dan pemanfaatan sampah ini kepada bank sampah dan masyarakat. "Sehingga kita bisa mengelola sampah agar dapat memberikan berkah dan nilai ekonomis bagi masyarakat NTB," tutup Ummi Rohmi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarom menambahkan, kelompok ataupun komunitas yang memanfaatkan sampah semakin bermunculan. "Ini kami dukung," jelas Dani bersama Kadis Perdagangan Provinsi NTB.

Namun kedepan, kata dia, persoalan sampah akan terus dipetakan. Karena potensinya juga dapat mendukung industrialisasi persampahan.

Pemilik EZIULANG Wawan setiawan mengaku UMKM-nya bergerak di produksi pencuci rumah tangga. Seperti sabun, sampo, deterjen, sabun pencuci piring dan lainnya. "Sistemnya isi ulang, kami jual produknya nanti masyarakat bisa isi ulang," jelasnya.

Ia menjelaskan, dari segi kualitas sangat dikedepankan. Sehingga apabila ada tawaran dari hotel atau restoran di NTB, maka produk sudah tersedia. Produk-produk ini sudah dijual juga di NTB Mall. Melalui tahapan standar yang ditentukan.

"Barang berkualitas, harga juga murah kok," tutupnya.

Sedangkan Arifudin asal Narmada, binaan LAZ DASI NTB mengatakan, konsennya mengatasi persoalan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, ia memilik 8 orang anggota kelompok. Membina dan memberdayakan 5 kelompok. Terdiri atas, pemuda, remaja, karang taruna, kelompok tani dan sebagainya.

"Tugas kami mengedukasi masyarakat agat terbiasa memilah sampah dan di manfaatkan untuk pakan maggot dan BSF," jelasnya.

Seperti untuk pakan ayam, bebek dan ikan burung (Abib). Produk yang dihasilkan dari sampah organik ini ada maggot hidup, kering, telor maggot, beby dan pupuk organik. "Kami harap pemrov ikut membina kelompoknya dan memikirkan pasar dari produk maggot," tandas Arifudin. (ewi/r1) Editor : Administrator
#sampah #zero waste