”Fokus sementara yang 1,4 kilometer, yang tepat berada di depan sirkuit,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Ridwan Syah, kemarin (11/1).
Ridwan mengatakan, ruas jalan sepanjang 5,3 kilometer tersebut diatensi langsung Presiden Joko Widodo. Posisinya krusial dalam menunjang aksesibilitas menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Ruas jalan Kuta-Keruak dimulai dari Bundaran Songgong di Bypass BIZAM-Mandalika hingga Masjid Nurul Bilad di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Kondisinya belum ideal.
Terutama jalan yang berada tepat di depan Sirkuit Pertamina Mandalika. Hanya satu jalur, yang bisa dilewati dua mobil. Sehingga berpotensi menjadi bottle neck, sumber kemacetan bagi kendaraan yang keluar dan masuk areal sirkuit.
”Yang cukup krusial itu penataan di koridor ruas Kuta Keruak,” ujarnya.
Penanganan jalan dilakukan langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan anggaran sebesar Rp 140 miliar.
Kementerian PUPR memiliki waktu kurang dari tiga bulan untuk menyelesaikan peningkatan ruas jalan Kuta-Keruak. Tenggat waktu tersebut tidak memungkinkan untuk menyelesaikan jalan sepanjang 5,3 kilometer. Sehingga, kata Ridwan, pengerjaan fokus pada jalan yang tepat berada di depan sirkuit, yang 1,4 kilometer.
”Yang sisanya, 3,9 kilometer itu tetap dikerjakan juga. Tapi selesainya bisa belakangan, mungkin di pertengahan tahun,” kata Ridwan.
Selain peningkatan jalan, dilakukan juga penataan untuk taman dan bundaran di Kuta-Keruak. Dikerjakan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Untuk mempercantik tampilan landscape di depan sirkuit.
Kata Ridwan, ada ratusan rumah di areal depan Sirkuit Pertamina Mandalika yang bakal ditata. Diperbaiki serta dibangun ulang untuk menghilangkan kesan kumuh. Begitu juga dengan kios maupun warung milik masyarakat juga dipercantik. Termasuk juga drainase di kiri dan kanan jalan akan dirapikan dan diperlebar. Agar mampu menampung lebih banyak air saat musim hujan.
”Saluran rapi. Rumah-rumah di sana ditata, supaya tidak kumuh. Sekaligus memberi peluang, siapa tahu bisa dibuka untuk homestay,” ujarnya.
Anggaran penataan yang dilakukan Ditjen Cipta Karya berbeda dengan dana untuk peningkatan ruas Kuta-Keruak. ”Totalnya kalau tidak salah Rp 200 miliar dengan penataan rumah itu,” sebut mantan Asisten II Setda NTB ini.
Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, penonton MotoGP tidak akan terfokus pada Mandalika saja. Sehingga seluruh stakeholder di kabupaten/kota di NTB, harus melakukan penataan. Mempercantik wilayahnya.
”Kita ingin orang yang datang, tidak hanya fokus pada event di Mandalika. Pasti mereka melihat dan mengunjungi kabupaten/kota di NTB ini,” kata Zul. (dit/r5)
Editor : Redaksi