Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyelenggaraan MXGP di Kawasan Samota Sumbawa Dibayangi KLB Rabies

Rury Anjas Andita • Selasa, 5 April 2022 | 12:30 WIB
CEGAH RABIES:Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan vaksinasi anjing liar.
CEGAH RABIES:Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan vaksinasi anjing liar.
MATARAM-Motocross Grand Prix (MXGP) yang rencananya digelar di kawasan Samota, Sumbawa, dibayangi anjing-anjing gila pembawa rabies. ”Ada tiga kabupaten masih KLB. Dompu, Sumbawa, dan Sumbawa Barat,” kata Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Senin (4/4).

Dompu dan Sumbawa, sudah lebih dulu ditetapkan sebagai kawasan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Eka menyebutnya dari 2019 lalu. Kemudian disusul dengan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) per 30 Maret tahun ini.

Status KLB Rabies bisa hilang atau dicabut setelah dua tahun dari gigitan terakhir. Dompu dan Sumbawa hampir lepas dari status KLB, setelah dalam beberapa bulan kasus gigitan anjing gila melandai. ”Tapi naik dua bulan terakhir di Dompu,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut membuat status KLB Rabies di Dompu dan Sumbawa belum dicabut. Kondisi ini kemudian merembet ke KSB. Eka menyebut, sudah ada lebih dari 30 gigitan anjing gila di KSB dalam satu pekan terakhir.

”Gigitan pertama itu minggu lalu. Sampel (anjingnya) sempat dikirim ke lab di Bali untuk di tes. Itu hasilnya positif rabies,” sebut Eka.

Munculnya wabah Rabies di KSB, diduga kuat dari anjing-anjing gila yang berada di Sumbawa maupun Dompu. Kata Eka, kemampuan jelajah anjing gila bisa mencapai ratusan kilometer. Sementara ketiga kabupaten tersebut merupakan wilayah yang bertetangga. ”Bisa jadi (sumber rabiesnya) dari daerah yang masih KLB,” ujarnya.

Pemprov berupaya agar rabies di KSB tidak semakin meluas. Salah satunya dengan mengirimkan vaksin anti rabies, untuk disuntikkan kepada masyarakat yang menjadi korban gigitan anjing gila.

”Minggu lalu sudah kita drop. Vaksin anti rabies untuk manusia maupun anjingnya,” tutur Eka.

Selain itu, pemprov juga mendorong adanya Kader Siaga Rabies atau Kasira seperti yang ada di Dompu, untuk dibentuk juga di KSB. Keberadaan Kasira untuk melihat perubahan perilaku anjing di zona merah rabies. Sekaligus memberikan penanganan pertama, jika ada masyarakat menjadi korban anjing gila.

”KSB belum ada. Makanya kita harapkan bisa dibentuk Kasira ini. Nanti mereka yang akan melakukan vaksin untuk semua anjing dan penanganan terhadap korban,” jelasnya.

Eka menerangkan, status KLB diberikan untuk satu wilayah kabupaten. Namun, bukan berarti seluruhnya terdapat anjing gila. ”Misalnya di Dompu, itu di Kempo. Semacam episentrumnya. Di daerah itu yang fokus dilakukan vaksin,” kata Eka.

Lebih lanjut, ada dua model pengendalian anjing gila yang bakal dilakukan pemprov di KSB. Pola ini sempat diterapkan di Dompu. Pertama, untuk anjing gila yang tidak ada pemiliknya, pemprov akan mengambil langkah pemusnahan. ”Kalau yang ada pemilik, itu kita vaksin,” tandasnya.

Sekda KSB Amar Nurmansyah mengatakan, penetapan status KLB dilakukan menyusul keluarnya hasil uji sampel gigitan anjing di laboratorium Denpasar, Bali. Yang dinyatakan positif rabies. ”Mulai Jum’at (1 April) kita sudah menetapkan status KLB Rabies,” kata Amar.

Sekda menegaskan, sebelumnya Pemda KSB telah mengambil langkah antisipasi pasca adanya belasan warga digigit anjing liar beberapa waktu lalu. ”Surat edaran sudah kita keluarkan meminta kepada camat, lurah, dan kades tentang kewaspadaan dan pencegahan penyebaran rabies. Imbauan ini sudah kita sebar juga kepada masyarakat melalui masjid dan musala. Kita juga menyiagakan posko penanganan di semua puskesmas,” jelasnya.

Pasca penetapan status KLB Rabies, Pemda KSB juga telah mengambil langkah cepat lainnya. Di antaranya, membentuk tim penanganan dan pencegahan. ”Secara umum kita sudah siap terhadap kondisi ini. Kita punya kader siaga rabies (Kasira) yang tersebar di semua kecamatan didukung agen PDPGR, babinsam dan bhabinkamtibmas,” sebut dia. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Samota #KLB Rabies #Sumbawa #MXGP