"Sampai hari ini (kemarin) belum. KSB juga begitu. Kita sudah minta, tapi hanya dijawab (AMNT) nanti saja," kata Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi, Senin (18/4).
Aryadi mengatakan, saat ini smelter telah memasuki tahapan prakonstruksi. Sudah ada perekrutan tenaga kerja, namun untuk kebutuhan tenaga kasar. Adapun untuk naker dengan skil tertentu, rencananya akan direkrut pada pertengahan tahun ini.
Peluang kesempatan kerja tersebut, disambut baik. Sehingga Disnakertrans berinisiatif untuk menyiapkan naker untuk kegiatan di smelter. Berupa pelatihan pola magang terhadap 100 calon naker. "Ini kita latih, pembiayaannya dari APBN," sebut Aryadi.
Hanya saja, ada ganjalan terkait penyiapan naker kompeten untuk sektor pertambangan. Khususnya pada pemenuhan kebutuhan naker di Smelter AMNT.
Aryadi mengatakan, belum ada keterbukaan informasi dari AMNT maupun rekanan yang melakukan pembangunan smelter. Mengenai naker dengan komptensi maupun skill apa yang nanti dibutuhkan. Termasuk dengan jumlah orangnya.
"Kami inginnya lebih transparan. Supaya kita bisa siapkan juga naker lokal untuk bekerja di sana," imbau Aryadi.
Berdasarkan data, ada ribuan naker yang bisa ikut dalam pembangunan smelter. Mereka merupakan eks karyawan Newmont. "Tapi apakah mereka ini sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Informasi itu yang kita butuhkan," katanya.
Aryadi menyebut, setiap investasi yang dilakukan di daerah diwajibkan untuk bisa menyerap dan menggunakan 70 persen sumber daya lokal. Namun, kondisi tersebut lebih sering tidak terpenuhi akibat tidak jelasnya informasi mengenai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. "Pemenuhan itu kan butuh kompetensi, sehingga harus kita siapkan," tuturnya.
Agar pemenuhan SDM lokal bisa lebih maksimal, dibutuhkan kolaborasi apik antara dunia usaha, lembaga pelatihan, dan pemerintah. Dunia usaha menginformasikan apa saja kebutuhan dan kompetensi naker. Kemudian ditindaklanjuti lembaga pelatihan, dengan menyiapkan nakernya.
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sebelumnya telah meminta Pemda KSB untuk menyiapkan SDM berkualitas untuk mendukung pembangunan smelter. Apalagi smelter sudah sesuai dengan perencanaan, yang ditargetkan selesai 2023, seperti instruksi dari pemerintah pusat.
Dengan kepastian proyek smelter berlanjut, Zul melihat ini sebagai kesempatan bagi masyarakat NTB. Ada peluang kerja selama proses pembangunan smelter, hingg nanti ketika beroperasi. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita