Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masyarakat Diingatkan Waspada Penyebaran Upal Jelang Lebaran

Baiq Farida • Kamis, 21 April 2022 | 12:02 WIB
WASPADA UPAL: Salah satu kasir sedang merapikan sejumlah uang pecahan kecil ke dalam mesin kasir di salah satu ritel lokal di Kota Mataram, Rabu (20/4/2022). (Dewi/Lombok Post)
WASPADA UPAL: Salah satu kasir sedang merapikan sejumlah uang pecahan kecil ke dalam mesin kasir di salah satu ritel lokal di Kota Mataram, Rabu (20/4/2022). (Dewi/Lombok Post)
MATARAM-Menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, berbagai macam aksi kejahatan kerap terjadi. Mulai dari pencopetan, pencurian, begal hingga penyebaran uang palsu (upal) pun sering terjadi menjelang hari raya umat Islam ini.

Sebab itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam setiap beraktivitas di luar rumah. Baik itu berbelanja keperluan menjelang lebaran, bekerja dan lainnya.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan berbagai macam kemungkinan ancaman dari kejahatan yang mungkin timbul seperti pencopetan, pencurian, beredarnya uang palsu (upal) dan lain lain," ucap anggota Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB Yek Agil, Rabu (20/4/2022).

Menjelang hari-hari terakhir Ramadan ini, sambungnya, tentu di samping sebagian masyarakat yang subur memakmurkan masjid dengan kegiatan ibadah dan juga i'tikaf. Sebagian masyarakat juga disibukkan dengan mempersiapkan segala sesuatu untuk lebaran sebagaimana tradisi selama ini.

"Dari menyiapkan baju baru, kue lebaran dan berbagai macam kebutuhan lebaran lainnya," tambahya.

Menjelang hari besar keagamaan terutama Hari Raya idul Fitri, maka aktivitas ekonomi masyarakat intensitasnya semakin tinggi. Mulai dari mol, pusat perbelanjaan, pasar, warung dan lainnya kerap membuat peluang peredaran upal sering terjadi.

"Jadi sikap hati-hati dan teliti mari kita tingkatkan. Terutama pada yang berdagang harus lebih selektif. Terlebih saat mudik lebaran," ujar Yek Agil.

Guna mengantisipasi hal ini, Yek Agil meminta pihak kepolisian agar terus meningkatkan pengawasan di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

"Kepolisian diimbau untuk dapat memberikan rasa aman kepada warga, agar warga dapat lebih khusyuk melaksanakan ibadah bulan Ramadan dan Idul Fitri," tegasnya.

Ia juga meyakini, aparat kepolisian punya pemahaman dan keinginan bagaimana warga dapat merasa nyaman dari segala ancaman tindak pidana, terutama menjelang Lebaran tahun ini. Mengingat mudik tahun ini telah diperbolehkan pemerintah.

"Kami sangat mendukung kepolisian turut memantau arus mudik dan antisipasi kecelakaan lalu lintas. Tapi kami ingatkan lagi, bahwa aksi begal juga belakangan sering terjadi. Ini juga harus menjadi perhatian penting pihak kepolisian," pungkas Ketua DPW PKS NTB ini.

Terpisah, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra menambahkan, tingginya transaksi ekonomi dan peredaran uang yang meningkat pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, memungkinkan peredaran uang palsu di pasaran juga meningkat.

Terkait hal ini, Polda NTB meminta masyarakat waspada dan berhati-hati ketika menukar uang atau bertransaksi jual beli secara tunai. Sebab, momen Tahun Baru serta Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen rawan beredarnya uang palsu di tengah masyarakat.

Pelaku pengedar uang palsu berusaha memanfaatkan kelengahan para pedagang atau penjual di pasar yang sibuk melayani pembeli sehingga tidak mengawasi keaslian uang yang diterima. Untuk itu masyarakat perlu lebih hati-hati dan teliti dalam menggunakan uang tunai saat transaksi.

Sebaliknya, ketika ada masyarakat yang menggunakan, membelanjakan, atau mengedarkan uang palsu, maka ancaman sesuai perundang-undangan yaitu 15 tahun penjara. Diharapkan, masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam kejahatan jenis ini.

"Sejauh ini, biasanya dari Bank Indonesia koordinasi dengan kami dan (kepolisian, red) melaksanakan penyelidikan," tutupnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Uang Palsu #Tukar Uang