“Jumlah keberangkatan dan kedatangan bus AKAP sampai 735 penumpang. Sementara bus antar kota dalam provinsi (AKDP) 380 penumpang untuk hari Jumat (6/5),” jelas Kepala Terminal Mandalika Marthen Tahone kepada Lombok Post.
Pemandangan arus balik mudik memang sudah mulai terjadi. Namun kondisinya masih terbilang normal. Jumlahnya kisaran 16 bus per hari. Jumlah ini dinilai belum menemui puncaknya. Pihak terminal memprediksi puncak arus balik mudik akan berlangsung Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5). Khususnya bus yang datang dari arah Pulau Sumbawa.
“Kalau AKDP kedatangan dari Bima, Sumbawa Dompu kemungkinan Minggu puncaknya. Ini tentu mendominasi (arus balik mudik),” terangnya.
Sementara untuk bus AKAP yang sudah mulai masuk saat ini, sebagian besar bus tersebut datang dari Jakarta, Malang dan Surabaya. Mereka tiba lebih awal dibanding yang berasal dari Sumbawa mengingat perjalanannya lebih lama dibanding dengan yang berasal dari Pulau Sumbawa.
Merujuk dari arus data mudik melalui Terminal Mandalika jelang lebaran lalu, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 10.457 orang. Mereka semua kembali secara bertahap dan puncaknya diprediksi akhir pekan ini.
Namun pihak Kepala Terminal Mandalika mengaku ada sedikit persoalan yang dihadapi pihaknya dalam mendata jumlah penumpang arus balik mudik.
Beberapa kendaraan khususnya bus AKDP banyak yang tidak masuk ke Terminal Mandalika saat datang. Akibatnya, pendataan lebih sulit dilakukan untuk mengetahui penumpang yang datang. “Masih banyak angkutan AKDP yang tidak masuk terminal, padahal sudah kami surati dan ingatkan langsung dengan berkoordinasi,” sesal Marthen.
Beberapa bus AKDP yang tidak masuk terminal diantaranya bus Damri, Perusahaan Otobus (PO) Panca Sari, Sumbawa Utama. Titian Mas dan sejumlah bus AKDP yang lebih kecil. “PO ini masih melakukan kegiatan di pool-nya. Seharusnya kewajibannya masuk terminal,” ujar kepala Terminal Mandalika. (ton/r10)
Editor : Baiq Farida