Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Vaksinasi PMK di NTB Dimulai, Ini Alokasi Vaksin untuk Kabupaten/Kota

Rury Anjas Andita • Senin, 27 Juni 2022 | 09:45 WIB
MASUK ZONA MERAH: Provinsi NTB telah menerima vaksin PMK yang mulai disuntikkan kepada hewan-hewan ternak sehat, sebagai upaya menahan laju kasus PMK. (Ivan/Lombok Post)
MASUK ZONA MERAH: Provinsi NTB telah menerima vaksin PMK yang mulai disuntikkan kepada hewan-hewan ternak sehat, sebagai upaya menahan laju kasus PMK. (Ivan/Lombok Post)
MATARAM-Vaksin Aftopor untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) telah dibagikan ke kabupaten/kota di Lombok. Rencananya, penyuntikan dimulai hari ini dan tuntas di 28 Juni.

”Kami kejar satu hari lebih cepat dari target,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Ahmad Nur Aulia, usai apel siaga PMK, Sabtu (25/6).

Aulia mengatakan, pemerintah pusat meminta vaksinasi hewan ternak rentan PMK bisa rampung pada 29 Juni. Ini untuk vaksin gelombang pertama yang telah didistribusikan pemerintah pusat pekan lalu.

Provinsi NTB diberikan 24 botol vaksin Aftopor. Masing-masing botol berisikan 200 mililiter, yang bisa digunakan untuk 100 ekor sapi. Artinya di dosis pertama ini, setiap sapi sehat akan menerima suntikan 2 mililiter Aftopor. ”Insya Allah bisa cepat. Petugas di lapangan juga sudah siap,” ujarnya.

Kata Aulia, Provinsi NTB sebenarnya mendapat alokasi 40 botol vaksin PMK yang bisa digunakan pada 4.000 ekor hewan ternak. Namun, yang diterima baru 24 botol saja. ”Karena itu kami percepat, supaya sisanya bisa segera didropping pemerintah pusat,” kata Aulia.

Kabid Kesehatan Hewan di Disnakkeswan NTB drh Muslih mengatakan, prioritas vaksinasi PMK diberikan pada sapi pembibitan, sapi perah, dan sapi potong. ”Kalau di NTB jarang sapi perah, jadi nanti disuntikkan untuk sapi potong atau sapi yang umurnya muda,” kata Muslih.

Pemetaan untuk vaksinasi perdana telah dilakukan disnakkeswan. Termasuk mengenai alokasi vaksin untuk kabupaten/kota. Muslih menyebut, ketersediaan vaksin yang sedikit, membuat dinas membagi berdasarkan persentase populasi hewan ternak rentan PMK.

Selain itu, Pulau Lombok juga menjadi sasaran pertama untuk vaksinasi PMK. Tak lepas dari kondisi kasus yang terjadi di NTB. ”Vaksin ini jumlahnya sedikit. Kami petakan berdasarkan populasi, teknisnya sudah (disepakati) dengan kabupaten/kota di Pulau Lombok,” ujarnya.

Untuk rincian alokasi kabupaten/kota, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur masing-masing menerima enam botol. Lombok Utara mendapat lima botol dan Kota Mataram satu botol.

”Ini untuk tahap pertama. Kalau datang lagi vaksin, akan langsung kami berikan,” imbuhnya.

Vaksinasi PMK idealnya dilakukan juga di Pulau Sumbawa. Namun tidak mungkin dilakukan untuk sekarang ini, di tengah kondisi keterbatasan vaksin. Sehingga Pemprov memprioritaskan Pulau Lombok, yang saat ini zona merah kasus PMK.

Muslih mengatakan, ketika nanti datang vaksin susulan, penyimpanannya dilakukan di cold room milik disnakkeswan. Kemudian didistribusikan kepada kabupaten/kota sesuai dengan kebutuhan. ”Dipastikan juga nanti tereksekusi dengan cepat,” katanya.

Mengenai teknis pemberian vaksin, rencananya hingga dosis tiga. Setelah penyuntikan dosis satu, empat atau lima minggu ke depan, akan diberikan dosis dua. ”Kalau vaksinnya mencukupi, bisa booster, enam bulan sekali. Tapi yang pokok itu dosis satu dan dua,” tandas Muslih. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#sapi #Disnakkeswan NTB #vaksinasi PMK